TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa Pemda Bulungan tidak menutup mata terhadap berbagai kritik masyarakat yang disampaikan melalui media sosial terkait kondisi infrastruktur dan pelayanan publik.
Orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini menyebut, hal tersebut merupakan fakta lapangan yang memang masih membutuhkan perhatian dan penanganan bertahap.
“Itu sebuah fakta di lapangan, kita tidak bisa memungkiri ketika publik menyampaikan sorotan melalui media sosial, terutama terkait infrastruktur jalan rusak maupun fasilitas pendidikan. Itu memang fakta,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (9/10).
Meski demikian, Syarwani memastikan bahwa pemerintah daerah terus bergerak hadir di tengah masyarakat. Ia menjelaskan, tidak semua kebutuhan pembangunan dapat diintervensi sekaligus dalam satu tahun anggaran.
“Bukan berarti pemerintah tidak bergerak hadir. Walaupun belum semua bisa diintervensi dalam satu tahun anggaran, tetapi semuanya dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Syarwani menyebut proyek pembangunan ruas jalan penghubung Desa Teras Baru menuju Desa Salimbatu di Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD).
“Sekarang ini hanya tersisa sekitar 2 kilometer (km) lagi dari total pekerjaan pengaspalan dan pembangunan jembatan permanen tahun ini. Diharapkan bisa rampung tahun ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, sisa pekerjaan sepanjang 2 km tersebut akan diintervensi melalui Perubahan APBD 2025 untuk penimbunan agregat, sementara pekerjaan pengaspalan jalan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Tahun depan itu akan menjadi prioritas untuk diselesaikan,” bebernya.
Selain infrastruktur jalan, Syarwani juga menyinggung pembangunan sektor pendidikan yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, sejumlah bangunan sekolah telah diintervensi melalui APBD 2025, namun belum semua bisa ditangani karena keterbatasan anggaran.
“Kami tidak menolak kritik masyarakat, justru itu menjadi bahan evaluasi bagi kami. Tetapi dengan keterbatasan anggaran dan banyaknya jumlah sekolah di Bulungan, tentu tidak semuanya bisa ditangani sekaligus,” ujarnya.
Syarwani menegaskan, kritik publik adalah bentuk perhatian terhadap kinerja pemerintah daerah dan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pelayanan serta pemerataan pembangunan.
“Pemerintah daerah akan terus bekerja, memperbaiki yang kurang, dan memastikan pembangunan berjalan sesuai prioritas. Kita ingin semua bergerak, tapi dengan langkah yang realistis,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim