Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lestarikan Tradisi, Festival Sungai Kayan Diusulkan Masuk Kalender Nasional

Fijai RT • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:24 WIB
PERAHU DAYUNG : Peserta dayung yang akan mengikuti Festival Sungai Kayan
PERAHU DAYUNG : Peserta dayung yang akan mengikuti Festival Sungai Kayan

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mendorong agar Festival Sungai Kayan masuk dalam kalender resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Langkah ini sebagai upaya melestarikan tradisi perahu dayung di Sungai Kayan yang telah menjadi warisan budaya Bulungan.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, Festival Sungai Kayan tahun ini diikuti 130 perahu hias dan melibatkan 3.550 pendayung dari 10 kecamatan se-Bulungan.

“Perahu dayung tradisional di Sungai Kayan ini sudah menjadi tradisi para orang tua kita dulu. Tugas kita hari ini adalah bagaimana terus melestarikannya,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (6/10).

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terus meningkat dari tahun ke tahun, menandakan bahwa tradisi lokal masih hidup kuat di tengah masyarakat modern.

“Peningkatan jumlah peserta ini menunjukkan bahwa masyarakat Bulungan semakin mencintai tradisinya sendiri,” ungkapnya.

Syarwani menambahkan, selain memperkuat identitas budaya daerah, festival ini juga memberikan multiplier effect terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Selama tiga hari pelaksanaan, pelaku UMKM juga mendapat manfaat dari ramainya pengunjung. Jadi efek ekonominya nyata bagi masyarakat,” tegasnya.


Pemda Bulungan, lanjut Syarwani, berupaya menyempurnakan konsep festival agar bisa naik kelas menjadi event wisata nasional.

“Kita berharap ke depan kemasannya lebih baik, sehingga Festival Sungai Kayan bisa masuk kalender resmi Kemenparekraf. Memang masih perlu evaluasi dari sisi publikasi dan jumlah peserta, tetapi akan terus kita benahi,” jelasnya.

Dengan promosi yang lebih luas dan pengemasan yang matang, Festival Sungai Kayan dinilai berpotensi menjadi ikon wisata air Kaltara.

“Saya ingin festival ini tidak hanya dikenal di Bulungan saja, tetapi juga menjadi daya tarik wisata regional bahkan nasional, sebagai warisan budaya yang patut kita banggakan,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Festival Sungai Kayan #lestarikan budaya #kalender nasional #bulungan