TANJUNG SELOR – Polda Kaltara menegaskan komitmennya dalam mengusut tuntas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah perbatasan Kaltara. Hal itu disampaikan Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Djati memastikan sejumlah kasus TPPO saat ini tengah ditangani serius. “Beberapa kasus TPPO tengah dilakukan penyelidikan,” kata Djati kepada Radar Kaltara, Selasa (30/9).
Ia menekankan, faktor ekonomi menjadi pemicu utama masyarakat mudah tergiur dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar.
“Persoalan TPPO ini terjadi karena dorongan faktor ekonomi. Ini masalah utama,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan, karena membuat masyarakat rentan menjadi korban.
“Masyarakat kita sangat mudah tergiur dengan janji. Karena tergiur janji akhirnya menjadi korban,” bebernya.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan membongkar jaringan yang terlibat dalam praktik perdagangan orang. “Jaringan ini yang harus dibongkar. Ini menjadi prioritas saya sesuai arahan pimpinan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telah dibentuk Satgas TPPO untuk memperkuat langkah penindakan. “Saat ini sudah ada Satgas TPPO yang akan mengawal kasus ini secara lebih fokus,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim