TANJUNG SELOR – Guna memastikan penyebab dugaan keracunan murid SMAN 1 Tanjung Selor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan telah mengirim sampel muntahan dan sisa makanan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan.
Kepala Dinkes Bulungan, Imam Sujono mengatakan langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab murid mengalami gejala keracunan.
“Sampel sudah kami kirim ke BPOM Tarakan, tetapi sampai hari ini hasilnya belum keluar,” kata Imam kepada Radar Kaltara, Kamis (25/9).
Dikatakan, pengambilan sampel dilakukan sebagai prosedur standar untuk mengidentifikasi kandungan yang terdapat dalam makanan.
“Tujuannya untuk mendeteksi ada atau tidaknya racun maupun zat berbahaya yang menyebabkan keracunan setelah murid mengonsumsi makanan itu,” ungkapnya.
Imam menegaskan, sampai saat ini masih menunggu hasil resmi dari laboratorium BPOM.
“Kami tidak bisa menyimpulkan sebelum ada hasil uji. Jadi kita tunggu dulu hasil dari BPOM Tarakan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut awal, Dinkes Bulungan langsung menggelar rapat internal untuk mengevaluasi kejadian tersebut.
“Kami sudah rapat internal untuk membahas langkah penanganan dan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang,” ungkapnya.
Tidak berhenti di situ, Pemda Bulungan juga akan menggelar rapat koordinasi lintas instansi. Direncanakan Senin (29/9), rapat bersama akan dilaksanakan dengan melibatkan Badan Geologi Nasional (BGN) dan OPD terkait.
"Rapat ini akan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Bulungan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim