TANJUNG SELOR – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat saat ini prevalensi stunting di Kalimantan Utara (Kaltara) berada di angka 17 persen.
Angka ini masih berada di angka target nasional yang ditetapkan 14 persen. Namun demikian, capaian ini dinilai cukup baik dibandingkan beberapa daerah lain yang ada di Tanah Air.
Kepala BKKBN Kaltim, Nurizki Permanajati mengatakan, posisi stunting di Kaltara yang tercatat sudah berada di bawah 20 persen ini menunjukkan sebuah kemajuan.
"Target nasional itu 14 persen. Jadi memang masih ada PR (pekerjaan rumah). Tapi kalau melihat di Indonesia, kita masih standar," ujar Nurizki kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (17/9/2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama pemangku kepentingan akan terus berupaya menekan angka stunting di provinsi ke-34 Indonesia ini agar bisa sesuai dengan target nasional.
"Kita upayakan di tahun mendatang saat survei berikutnya, angka stunting sudah bisa turun menjadi 14 persen," katanya.
Ditanya lebih terperinci untuk angka stunting di kabupaten/kota yang ada di Kaltara, ia belum bisa menjelaskan secara detail. Tapi secara umum, rata-rata kondisi di kabupaten/kota se-Kaltara relatif baik.
"Pastinya di kabupaten/kota se-Kaltara itu rata-rata baik. Tinggal kita perkuat langkah agar angka stunting ini dapat terus menurun," tegasnya.
Prinsipnya, butuh dukungan lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencapai target penurunan angka stunting di Kaltara sesuai dengan apa yang menjadi arahan pemerintah pusat. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim