Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bulungan Andalkan Perkebunan dan Migas Sebagai Sumber PAD Jangka Panjang

Fijai RT • Senin, 15 September 2025 | 15:09 WIB
PENDAPATAN DAERAH : Perkebunan menjadi salah satu sektor penopang PAD Bulungan.
PENDAPATAN DAERAH : Perkebunan menjadi salah satu sektor penopang PAD Bulungan.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mengembangkan berbagai sektor strategis untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) jangka panjang. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan Syarwani.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan perkebunan, pertambangan, energi dan migas, menjadi penopang penting bagi perekonomian daerah.

“Selain pangan, ada juga pertambangan dan energi yang masuk ke dalam rencana pengembangan. Dari sisi perkebunan saja, saat ini ada 21 izin kebun, termasuk 7 pabrik kelapa sawit (PKS) yang sudah beroperasi sesuai kewenangan yang ada,” kata Syarwani.

Ia menjelaskan, kontribusi sektor perkebunan terhadap PAD masih terbatas pada pajak bumi dan bangunan (PBB) sektor perdesaan dan perkotaan (P2).

Sementara untuk PBB sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan (P3) serta migas, skema penerimaan berada di pusat melalui mekanisme bagi hasil.

“Kalau P3 di sektor perkebunan itu tergantung dari bagi hasil pemerintah pusat kepada daerah. Begitu juga sektor migas dan galian, semuanya kewenangan pemerintah pusat dan setiap tahun disalurkan ke daerah dalam bentuk dana bagi hasil,” jelasnya.

Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Pemda Bulungan mendorong skema kolaborasi dengan sektor swasta agar pembangunan tetap berkelanjutan. Menurut Syarwani, kontribusi perusahaan di Bulungan sudah terbukti signifikan.

“Sejak 2021, keterlibatan sektor swasta sangat luar biasa. Bukan hanya soal investasi, tapi juga dukungan dalam situasi sulit, termasuk pandemi. Kontribusi mereka nyata membantu masyarakat Bulungan,” tegasnya.

Ia menambahkan, stabilitas ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Meski menghadapi tantangan global, sektor perkebunan di Bulungan masih mampu menjaga operasional tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Sampai hari ini, perusahaan perkebunan sawit di Bulungan tidak melakukan kebijakan ekstrem seperti PHK besar-besaran, meski kondisi pasar cukup berat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas daerah,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Sumber PAD Jangka Panjang #Perkebunan dan Migas #bulungan