TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memberikan, agensi khusus terhadap daya tampung dan daya dukung lingkungan dalam melaksanakan pembangunan.
Hal itu ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kaltara, Bertius saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Bertius menuturkan, keseimbangan pembangunan dan lingkungan menjadi landasan utama agar dalam pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik semata, tapi juga selaras dengan kelestarian alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
"Pembangunan harus dilihat secara menyeluruh. Jadi bukan hanya pada sisi ekonomi, tapi juga bagaimana dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan," ujar Bertius.
Ia menilai peran masyarakat pada pembangunan menjadi sangat penting dalam mendukung kemajuan Kaltara. Sehingga masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif mulai dari penyusunan tata ruang hingga pemanfaatan lahan.
Masyarakat yang berada di kawasan hutan memiliki kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, yang sekaligus memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya berjalan secara bijak.
"Kita ingin memastikan pembangunan tetap menjaga lingkungan, khususnya hutan di Kaltara. Jadi tidak hanya membangun, tapi juga harus ada manfaatnya bagi masyarakat," katanya.
Bertius menegaskan, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa merusak alam serta seluruh habitat ekosistemnya.
Provinsi ke-34 Indonesia ini memiliki kawasan hutan yang sangat luas, sehingga perlu dijaga secara optimal. Jika tidak dikelola dengan bijak, kerusakan hutan dapat menimbulkan berbagai kerugian, baik dari sisi ekologis maupun sosial.
"Apabila dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, maka pembangunan daerah akan memberikan dampak positif yang signifikan, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara, ini tertuang pada tujuan keempat, yaitu menjaga ketahanan ekologi serta menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi bencana. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim