TANJUNG SELOR – Suksesi program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto menjadi bagian dari fokus pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).
Saat ini, program MBG di Kaltara sudah mulai jalan di beberapa daerah, mulai dari tingkat TK/PAUD hingga SMA/SMK sederajat.
Dilakukan secara bertahap, harapannya program ini dapat berjalan secara merata di seluruh wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini.
Namun, melihat kondisi geografis di wilayah Kaltara yang masih banyak daerahnya jauh dari perkotaan dan terisolasi, tentu perlu ada perlakuan khusus, utamanya terkait dengan nilai anggaran yang diberikan untuk program MBG tersebut.
Harapan ini disampaikan Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi usai meninjau langsung pemberian MBG di SMA Negeri 1 Tanjung Selor pada Senin (1/9/2025).
Orang nomor satu di kaltara ini mencontohkan Papua yang mendapatkan alokasi Rp 50 ribu per porsi.
Ia pun berharap indeks nilai satuan per porsi MBG di Kaltara, khususnya di daerah-daerah perbatasan seperti di Krayan, Nunukan dan Apau Kayan, Malinau itu dapat dinaikkan.
“Saya rasa ini penting mengingat kemahalan atau tingginya biaya logistik di wilayah perbatasan Kaltara ini,” ujar Gubernur Zainal.
Untuk diketahui, bahan baku untuk program MBG di Kaltara ini diutamakan diambil dari petani lokal. Jika hasil dari petani lokal nantinya tidak mencukupi, baru kemudian akan didatangkan dari daerah luar yang sudah ada kerja sama dengan kaltara. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim