TANJUNG SELOR - DPRD Bulungan menyoroti rendahnya realisasi fisik dan keuangan belanja perangkat daerah pada semester I tahun anggaran 2025. Hal itu disampaikan Wakil Ketua I DPRD Bulungan, Dwi Sugiarto.
Kepada Radar Kaltara, Dwi mengatakan serapan anggaran tersebut bahkan belum mencapai setengah dari target.
Berdasarkan laporan resmi, realisasi fisik kegiatan tercatat sebesar 29,57 persen, sementara realisasi keuangan hanya 25,89 persen atau sekitar Rp 605,08 miliar dari total alokasi anggaran belanja daerah setelah pergeseran APBD sebesar Rp2,33 triliun.
“Realisasi ini masih sangat minim, bahkan belum sampai setengah dari target capaian kinerja perangkat daerah,” kata Dwi kepada Radar Kaltara usai rapat paripurna, Rabu (27/8).
Menurutnya, capaian tersebut harus segera ditingkatkan mengingat waktu pelaksanaan semester II 2025 hanya tersisa beberapa bulan.
“Perangkat daerah harus melakukan upaya yang lebih baik agar target pembangunan tidak meleset,” tegasnya.
Dwi juga meminta penjelasan dari pemerintah daerah mengenai langkah konkret percepatan serapan anggaran.
“Kami ingin tahu strategi apa saja yang akan dilakukan OPD untuk mempercepat realisasi, sehingga anggaran yang besar ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan total belanja daerah mencapai Rp2,33 triliun, DPRD menilai percepatan realisasi sangat penting agar program pembangunan tidak tertunda.
“Kalau serapan rendah, dampaknya pasti dirasakan masyarakat. Karena itu Semester II harus benar-benar ngebut,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azwar Halim