TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang secara geografis berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia.
Masih sangat banyak yang kurang di daerah ini. Mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan yang belum terbangun maksimal, hingga keberadaan jaringan telekomunikasi dan internet yang juga masih perlu dioptimalkan.
Kondisi ini pun menjadi atensi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Martin Billa. Senator Kaltara ini menyoroti beberapa persoalan, salah satunya soal jaringan internet yang sebarannya belum merata hingga ke perbatasan.
"Untuk konektivitas jaringan di wilayah perbatasan, kita minta pemerintah pusat bisa lebih serius untuk menuntaskannya," ujar Martin kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
Ia menilai, kesulitan pada persoalan ini sudah sejak lama dialami oleh masyarakat. Tidak hanya pada jaringan internet, tapi juga pada akses atau infrastruktur transportasi darat dan udara.
"Saya harapkan pemerintah serius terhadap persoalan ini. Kan sudah jelas, di mana saja titik perbatasan yang perlu pembangunan fasilitas jaringan internet. Itu sudah ada semua," tuturnya.
Beberapa di antaranya seperti di Krayan, Apau Kayan, Sungai Boh, hingga ke daerah Lumbis. Sejumlah daerah ini perlu betul-betul dilihat dan diperhatikan oleh pemerintah.
Hal ini penting supaya masyarakat bisa berkoordinasi dan mendapatkan informasi secara update, baik itu sesama masyarakat, dengan pihak kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga ke pusat.
"Ini sangat penting, supaya apa yang disampaikan pusat itu bisa langsung sampai kepada rakyat di perbatasan. Bukan hanya kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota. Jadi harus sampai ke perbatasan," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim