TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani menargetkan mutasi perdana di periode keduanya menjabat akan dilaksanakan sebelum Oktober 2025. Gerbong mutasi tersebut akan menyasar pejabat eselon II, III, hingga IV.
Orang nomor satu di Bumi Tenguyun ini menegaskan, mutasi akan tetap berpegang pada aturan yang berlaku.
Sesuai ketentuan, kepala daerah terpilih baru dapat melaksanakan mutasi setelah enam bulan menjabat sejak tanggal pelantikan.
“Saya akan menaati aturan itu,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (19/8).
Menurutnya, saat ini masih terdapat sejumlah jabatan yang lowong di lingkungan Pemda Bulungan. Tercatat ada sekitar 30 jabaya kosong, baik jabatan struktural kepala dinas maupun kepala badan.
“Selain itu, ada beberapa jabatan eselon III dan IV yang lowong karena pejabatnya sudah memasuki purna tugas,” jelasnya.
Untuk jabatan eselon II atau kepala perangkat daerah, lanjut Syarwani, akan dilakukan uji kompetensi sesuai mekanisme yang berlaku.
Proses penilaian telah dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bulungan bersama tim yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan.
“Uji kompetensi ini akan menilai kinerja pejabat,” ungkapnya.
Hasilnya, akan menjadi dasar apakah dilakukan rotasi atau mutasi. Jika setelah uji kompetensi masih ada kekosongan, pengisian jabatan akan dilakukan melalui seleksi terbuka (selter).
“Dengan begitu, proses penempatan pejabat benar-benar sesuai kapasitas dan kebutuhan organisasi. Kita targetkan mutasi sebelum Oktober. Semua akan disesuaikan dengan hasil penilaian dan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim