TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mengupayakan pengaktifan kembali Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor yang hingga kini belum beroperasi secara optimal.
Bupati Bulungan Syarwani mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat proses tersebut. “Saya sudah bertemu dengan Kementerian Perhubungan minggu lalu.
Saya minta agar difasilitasi bagaimana Bandara Tanjung Harapan ini bisa aktif kembali,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (12/8).
Saat ini, sambung Syarwani, Pemda Bulungan tidak menargetkan pesawat berbadan besar seperti Boeing untuk mendarat. Ia menilai cukup jika pesawat jenis ATR 72 bisa melayani penerbangan lima kali sehari di Tanjung Selor.
“Kita tidak butuh Boeing, yang penting ATR 72 bisa turun lima kali dalam sehari, itu sudah cukup,” tegasnya.
Menurutnya, selama ini kendala utama yang dihadapi maskapai adalah tingkat keterisian kursi yang belum memenuhi target minimal 60 persen untuk rute Tarakan–Tanjung Selor.
Untuk itu, ia mengusulkan skema kerja sama yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Bulungan.
“Skemanya, ASN yang melakukan perjalanan dinas ke luar wilayah Bulungan bisa diarahkan menggunakan maskapai yang beroperasi di Tanjung Selor,” jelasnya.
Ia optimistis langkah ini dapat menjadi solusi konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di bandara tersebut. “Kalau skema ini berjalan, kita harap penerbangan di Bandara Tanjung Harapan bisa kembali aktif dan masyarakat punya pilihan akses transportasi udara yang lebih baik,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim