TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memberikan atensi khusus terhadap urusan wajib pemerintah, mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan.
Khusus untuk bidang kesehatan, Pemprov Kaltara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mendorong literasi kesehatan masyarakat hingga ke wilayah dengan akses yang terbatas atau wilayah terpencil di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan, literasi kesehatan bukan hanya sekadar mengetahui informasi medis, melainkan juga tentang bagaimana seseorang mampu mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan diri dan keluarganya.
"Literasi kesehatan ini pada dasarnya merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menggunakan informasi kesehatan dalam pengambilan keputusan, baik untuk pencegahan maupun pengobatan," ujar Usman.
Saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memiliki pemahaman terhadap informasi kesehatan yang diterima, terutama di daerah terpencil. Hal ini membuat adanya potensi tidak tepatnya pengambilan keputusan.
"Misalnya seperti menunda waktu pelaksanaan pengobatan, memilih mengambil jalan untuk pengobatan alternatif tanpa dasar atau tanpa anjuran dari dokter," jelasnya.
Kondisi ini masih sering ditemukan di lapangan, dimana masih banyak masyarakat yang kurang memahami informasi dari tenaga kesehatan atau pihak yang berkompeten di bidangnya.
Ia menilai, keterbatasan media informasi dan ketersediaan tenaga kesehatan di wilayah yang jauh dari jangkauan menjadi penyebab rendahnya literasi kesehatan. Oleh karena itu, edukasi secara langsung menjadi solusi yang menjadi atensi.
"Tapi kita sadari bersama bahwa langkah ini tidak bisa jika hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan harus ada dukungan atau kolaborasi dari semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri untuk bagaimana bisa sadar dengan kesehatannya," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim