Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Bulungan Beri Insentif Tambahan untuk Desa Ramah Lingkungan

Fijai RT • Selasa, 22 Juli 2025 | 16:59 WIB
PELESTARIAN LINGKUNGAN : Tampak aktivitas warga di salah satu desa di Bulungan.
PELESTARIAN LINGKUNGAN : Tampak aktivitas warga di salah satu desa di Bulungan.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menegaskan komitmennya terhadap pembangunan desa berbasis pelestarian lingkungan. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transfer Anggaran Kabupaten ke Desa Berbasis Ekologi (Take) 2025, Selasa (22/7).

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, rapat ini merupakan langkah penting dalam memperkuat arah pelaksanaan Take yang telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas Bulungan.

“Take merupakan inovasi fiskal daerah yang memberikan tambahan anggaran kepada desa (kades) melalui APBD, di luar alokasi dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) yang sudah rutin diterima,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (22/7).

Yang membedakan, kata Syarwani, pengalokasian anggaran melalui Take dilakukan berbasis pada kinerja dan komitmen desa dalam menjaga serta mengelola lingkungan hidup secara berkelanjutan.

“Desa yang melindungi hutan, mengelola sumber daya alam secara bijak, meminimalkan pencemaran dan mengembangkan ekonomi yang ramah lingkungan akan mendapatkan insentif dari kabupaten,”ungkapnya.

Program ini, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi Kabupaten Bulungan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada tiga pilar. Yakni, ekologi, ekonomi dan sosial.

“Rapat koordinasi hari ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, dan menyusun strategi agar pelaksanaan Program Take lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan lingkungannya,” tegasnya.

Dalam forum itu, Syarwani juga mengajak seluruh kepala desa untuk memandang Take bukan hanya sebagai sumber dana tambahan, melainkan instrumen transformasi tata kelola desa menuju pembangunan yang lebih hijau, partisipatif, dan akuntabel.

“Mari kita jadikan desa sebagai garda depan pelestarian lingkungan sekaligus sebagai motor pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#insentif #pemkab bulungan #Desa Ramah Lingkungan