TANJUNG SELOR – Tim Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri melakukan kegiatan penelitian dan supervisi terkait desain pemetaan big data dalam rantai produksi dan distribusi pangan serta peran Polri dalam pembinaan keamanan.
Ini menjadi upaya Polri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ketua Tim Supervisi, Kombes Pol Dr. Tagor Hutapea menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana pemanfaatan teknologi big data dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam rantai produksi hingga distribusi pangan.
“Polri ingin berkontribusi aktif, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” kata Tagor.
Ia menambahkan, teknologi big data dapat menjadi alat vital dalam mendeteksi potensi kerawanan, seperti kelangkaan komoditas, distribusi tidak merata hingga potensi gangguan keamanan dalam logistik pangan.
“Peran Polri harus semakin adaptif. Di era sekarang, kami juga dituntut hadir sebagai penjaga ekosistem pangan agar berjalan aman dan lancar. Ini bagian dari pelayanan kepolisian yang lebih progresif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tagor mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian studi lapangan di wilayah Kaltara, sebagai bentuk pemetaan menyeluruh terhadap kondisi riil distribusi pangan.
“Dengan menggandeng masyarakat dan stakeholder daerah, Polri menunjukkan bahwa pendekatan keamanan saat ini tak lagi kaku dan parsial. Justru semakin inklusif dan berbasis riset,” pungkasnya. (jai/har)