TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan memaparkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan 2025–2029 dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan II DPRD Bulungan, Selasa (15/7).
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, penyusunan RPJMD merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan diperkuat dengan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.
"RPJMD ini merupakan penyempurnaan dari rancangan sebelumnya, yang telah melalui tahapan pembahasan awal bersama DPRD, pelaksanaan Musrenbang serta hasil konsultasi dengan Gubernur Kaltara melalui Bappeda dan Litbang Kaltara," kata Syarwani dalam sambutannya.
Ia menambahkan, RPJMD memiliki nilai strategis dan politis, karena menjadi pedoman bagi kepala daerah dalam merealisasikan janji politik serta arah pembangunan lima tahun ke depan.
Selain itu, dokumen ini juga menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahunan.
"Visi yang diusung dalam RPJMD 2025–2029. Kabupaten Bulungan yang berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan," ungkapnya.
Visi tersebut dijabarkan dalam lima misi utama. Yakni, mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing. Meningkatkan produksi pertanian dan mendorong pertanian berkelanjutan menuju kedaulatan pangan.
Meningkatkan layanan dasar dan infrastruktur andal dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal berbasis ekologi.
Menjamin akuntabilitas kinerja pemerintah dengan pelayanan yang berpusat pada masyarakat, serta adil dan merata.
"Dalam rangka pencapaian visi-misi tersebut, Pemda Bulungan menetapkan 15 program prioritas strategis yang dirumuskan kembali ke dalam 10 program prioritas," bebernya.
Pada periode ini, RPJMD Bulungan menyusun strategi pembangunan berbasis koridor untuk mendorong pemerataan pembangunan lintas wilayah kecamatan, dengan tema pembangunan yang disesuaikan berdasarkan potensi dan permasalahan masing-masing wilayah.
Koridor perkotaan (Tanjung Selor, Tanjung Palas) fokus pada pengembangan kawasan jasa, perdagangan, pariwisata, dan pelayanan publik andal.
Baca Juga: Dukung Pembangunan Sekolah Garuda di Kaltara, Achmad Djufrie: Kita Seperti Dapat Durian Runtuh
Koridor utara (Sekatak, Tanjung Palas Utara) sentra pertanian dan perkebunan, dengan potensi pariwisata dan pertambangan berkelanjutan.
Koridor selatan (Tanjung Palas Barat, Peso Hilir) penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan pemanfaatan hutan dengan pendekatan ekologis.
Koridor barat (Peso) kawasan gerbang wilayah yang menjadi etalase kemajuan dan keasrian 'Bulungan Hijau'. Koridor pesisir (Bunyu, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Timur) kawasan pusat pertanian dan industri hijau, sekaligus pengembangan ekonomi maritim dan hilirisasi.
"Saya berharap, RPJMD 2025–2029 ini dapat menjadi solusi atas berbagai keterbatasan pembangunan dan mampu mendorong perencanaan yang lebih strategis, sinergis dan tepat sasaran," pungkasnya. (jai/har)