TANJUNG SELOR - Stabilitas keamanan wilayah perbatasan menjadi perhatian serius jajaran Polda Kaltara. Hal itu terungkap dalam kunjungan Tim Staf Ahli Kemenko Polhukam RI di Mapolda Kaltara, Rabu (9/7).
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto menekankan pentingnya pengawasan wilayah perbatasan, mengingat Kaltara memiliki luas wilayah hingga 75.467 kilometer persegi (km²).
Untuk itu, deteksi dini dan pencegahan gangguan kamtibmas dilakukan melalui sinergi TNI–Polri, khususnya lewat peran aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat desa.
“Kami terus memperkuat langkah preventif dengan pendekatan kolaboratif. Salah satunya menjalin hubungan erat dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Sabah untuk menangani kejahatan transnasional. Salah satunya, penyelundupan narkotika,” kata Hary.
Ia menegaskan, kehadiran Polri di perbatasan tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga representasi negara dalam membangun kepercayaan lintas batas.
“Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Tapi di wilayah strategis seperti perbatasan, Polri juga berperan menjaga martabat dan kedaulatan negara,” imbuhnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polkam Irjen Pol Desman Sujaya Tarigan mengapresiasi peran aktif Polda Kaltara dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Menurutnya, wilayah Kaltara sebagai garda terdepan NKRI membutuhkan penguatan sinergi antar lembaga secara berkelanjutan.
“Polri menjadi garda terdepan dalam menegakkan konstitusi, hukum dan menjaga keutuhan NKRI. Kinerja Polda Kaltara menunjukkan bahwa sinergi pusat dan daerah bisa berjalan efektif untuk kepentingan nasional,” singkatnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim