TANJUNG SELOR – Sebanyak 28 unit perangkat internet satelit Starlink akan disalurkan ke sejumlah desa, sekolah dan puskesmas di Bulungan.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses internet di wilayah yang masih blank spot atau belum terjangkau jaringan konvensional.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan, Hj. Andriana mengatakan, rakor yang dihadiri oleh perwakilan Dinkes Bulungan, Disdikbud Bulungan, DPMD Bulungan, camat, puskesmas serta kepala desa (kades) dari wilayah penerima bantuan ini membahas teknis dan administratif terkait penyaluran Starlink, mulai dari kesiapan penerima dalam menyediakan pasokan listrik, skema pembiayaan langganan bandwith, hingga mekanisme pemanfaatan perangkat.
"Tahun pertama, perangkat Starlink akan diberikan dalam skema pinjam pakai, dan selanjutnya akan dihibahkan pada tahun berikutnya," kata Andriana.
Penetapan desa penerima bantuan didasarkan pada prioritas wilayah blank spot, arahan bupati, usulan dari Dinkes Bulungan serta hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Ia menegaskan pentingnya pemerataan akses internet sebagai bagian dari program prioritas Bulungan.
"Starlink menjadi solusi efektif untuk membuka konektivitas di wilayah yang tidak terjangkau fiber optik atau sinyal seluler. Ini sangat penting untuk mendukung pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan desa," tegasnya.
Selain penyampaian teknis, rakor tersebut juga menjadi ruang diskusi dan penyampaian masukan dari para camat dan kades terkait titik blank spot yang masih membutuhkan perhatian.
Masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyaluran bantuan tambahan di masa mendatang.
"Kita berharap bantuan ini dapat memperluas konektivitas, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta memberikan akses informasi yang lebih merata bagi masyarakat di desa-desa terpencil Bulungan," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim