TANJUNG SELOR – Keluhan warga terkait kerusakan jalan penghubung Tanjung Palas–Salimbatu yang ramai diperbincangkan di media sosial (medosos) langsung direspons cepat oleh Pemkab Bulungan dengan menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat di sejumlah titik.
Bupati Bulungan, Syarwani mengku telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan untuk segera menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat di sejumlah titik kritis.
“Saya sudah sampai dan langsung memerintahkan Kepala DPU-PR Bulungan agar segera turun tangan. Jalan di Salimbatu, khususnya di sekitar Desa Teras Baru depan gereja, kondisinya sangat dikeluhkan masyarakat, terutama pengendara roda dua,” kata Syarwani.
Menurutnya, penanganan telah dimulai dan alat berat sudah berada di lokasi. Pemda Bulungan juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 14 miliar dalam APBD 2025 untuk pembangunan jalan dari arah Salimbatu dan perbaikan satu jembatan kayu yang akan diganti menjadi jembatan permanen.
“Saya pastikan ini bukan hanya wacana. Sudah masuk dalam APBD. Proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap karena kemampuan anggaran kita terbatas,” tegasnya.
Bupati menyampaikan bahwa viralnya kondisi jalan rusak merupakan bentuk kontrol publik yang wajar. Namun, ia juga meminta masyarakat memahami skala prioritas dan keterbatasan anggaran daerah.
“Kita punya 74 desa, 7 kelurahan dan luas wilayah lebih dari 13.000 kilometer persegi (km²) dengan lebih dari 160 ribu penduduk. Semua butuh perhatian. Tidak bisa semua diselesaikan sekaligus,” ungkapnya.
Kemudian, untuk pekerjaan Gunung Ilanun ditargetkan selesai sebelum Natal 2025. Pemda Bulungan akan melakukan pemotongan dan pengaspalan di lokasi tersebut demi memperlancar akses warga.
“Kami tidak tinggal diam. Penanganan terus berjalan, insyaallah sebelum Natal, Gunung Ilanun juga akan kita selesaikan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim