Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Menuju Generasi Emas, Anak Bulungan Dibekali Literasi Digital

Fijai RT • Selasa, 27 Mei 2025 | 14:46 WIB

 

BERMAIN: Suasana ceria anak-anak bermain dan belajar mewarnai di Taman Tepian Sungai Kayan.
BERMAIN: Suasana ceria anak-anak bermain dan belajar mewarnai di Taman Tepian Sungai Kayan.

TANJUNG SELOR - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPP-KB) terus berupaya melindungi anak dari dampak negatif kemajuan teknologi.

Salah satunya dengan mendorong literasi digital dan kecerdasan bermedia sosial bagi generasi muda sebagai langkah menuju generasi emas.

Plt Kepala DPPPAPP-KB Bulungan, H. Jamal menegaskan, media sosial (medsos) kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak dan remaja.

Tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga tempat belajar, berekspresi hingga mencari informasi.

"Kita juga harus menyadari bahwa media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi bermanfaat, tapi di sisi lain juga bisa membawa dampak negatif seperti hoaks, perundungan siber dan penyalahgunaan data pribadi,” kata Jamal kepada Radar Kaltara, Selasa (27/5).

Ia berharap, anak di Bulungan bisa menjadi pengguna media sosial yang cerdas. “Cerdas dalam memilah informasi, menjaga privasi dan berinteraksi secara sehat di dunia maya,” ungkapnya.

Jamal juga menyoroti peran penting orang tua dan pendidik dalam membimbing anak dalam penggunaan internet.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi agar anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tapi juga kuat secara karakter dan akhlak.

"Data dari Kementerian PPPA dan UNICEF tahun 2023 menunjukkan bahwa 95 persen anak usia 12–17 tahun di Indonesia mengakses internet minimal dua kali sehari," bebernya.

Sementara itu, laporan Kemenko Polhukam 2024 menyebutkan Indonesia masuk kategori darurat konten pornografi anak, dengan 5,5 juta konten teridentifikasi dalam empat tahun terakhir.

Tak hanya itu, Satgas Perjudian Online juga menemukan sekitar 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun terlibat judi daring.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Literasi digital dan pengawasan sangat penting untuk membentengi generasi muda dari potensi ancaman dunia digital,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #generasi emas #literasi digital #bulungan