TANJUNG SELOR – Banjir akibat luapan Sungai Kayan yang sempat merendam beberapa daerah di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) tentu menimbulkan sejumlah dampak.
Selain gangguan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, juga membuat sejumlah fasilitas umum seperti bangunan sekolah terendam.
Namun belum diketahui dampak dari rendaman banjir terhadap fasilitas pendidikan tersebut.
Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, H. Achmad Djufrie meminta kepada pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkaitnya untuk segera menginventarisir fasilitas yang terdampak.
“Harusnya segera diinventarisir untuk melihat apa saja kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat dari rendaman banjir yang baru saja surut ini,” ujar Achmad Djufrie kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Kamis (22/5/2025).
Jika ada fasilitas umum, misalnya seperti sekolah yang rusak, diminta kepada pemerintah daerah untuk dapat segera mengambil sikap dengan mengalokasikan anggaran perbaikannya.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa hal ini penting mengingat pendidikan itu merupakan salah satu dari urusan wajib yang harus ditangani pemerintah daerah yang mana lokasi anggarannya minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami dari lembaga legislatif ini tentu sangat mendukung untuk penanganan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum, termasuk di bidang pendidikan,” tegasnya.
Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Bulungan sempat merendam pemukiman penduduk selama empat hari, mulai 18-21 Mei 2025 dengan luapan air tertinggi dari pantauan di Kecamatan Peso setinggi 8,2 meter.
Namun, informasi terakhir pada siang tadi ketinggian air di Kecamatan Peso sudah turun menjadi 6,6 meter.
Sejumlah daerah yang tergenang saat ini juga sudah surut dan warga ang mengungsi juga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim