TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat peningkatan ketimpangan gender di Bumi Tenguyun pada 2024. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Bulungan naik sebesar 0,108 poin dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, selama kurun waktu 2018 hingga 2024, IKG Bulungan secara umum mengalami tren menurun, dengan penurunan total sebesar 0,101 poin atau rerata 0,017 poin per tahun. Namun, fluktuasi masih terjadi, di mana tren positif yang berlangsung sejak 2018 sempat terganggu dengan kenaikan IKG pada 2022 dan kembali meningkat di 2024.
"Peningkatan IKG tahun ini disebabkan oleh penurunan pada hampir seluruh dimensi pembentuknya, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan dan partisipasi di pasar tenaga kerja," ungkap Yuda.
Pada dimensi kesehatan reproduksi, terjadi peningkatan proporsi perempuan usia 15–49 tahun yang melahirkan hidup di luar fasilitas kesehatan (MTF), dari 0,045 pada 2023 menjadi 0,084 pada 2024. Sementara itu, indikator proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali di usia di bawah 20 tahun (MHPK20) justru mengalami perbaikan, menurun menjadi 0,302.
"Di sektor pemberdayaan, keterwakilan perempuan di legislatif mengalami penurunan tajam. Jika pada 2023 persentase perempuan di parlemen mencapai 20 persen, maka tahun ini anjlok menjadi hanya 8 persen," ungkapnya.
Di sisi lain, keterwakilan laki-laki justru meningkat menjadi 92 persen. Tak hanya itu, proporsi penduduk perempuan berusia 25 tahun ke atas dengan pendidikan SMA ke atas juga turun menjadi 39,88 persen, sedangkan laki-laki meningkat menjadi 47,92 persen.
Sementara pada dimensi pasar tenaga kerja, ketimpangan semakin terlihat. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki meningkat menjadi 87,80 persen, sedangkan TPAK perempuan justru menurun drastis menjadi 53,51 persen.
“Penurunan partisipasi perempuan di pasar kerja mengindikasikan adanya tantangan yang signifikan dalam keterlibatan perempuan pada aktivitas ekonomi produktif di wilayah ini,” ujarnya.
Secara regional, empat dari lima kabupaten/kota di Kaltara mengalami penurunan IKG pada 2024. Kota Tarakan tercatat sebagai daerah dengan ketimpangan gender terendah, yaitu 0,352, disusul Nunukan (0,362), Tana Tidung (0,448), dan Malinau (0,480).Sedangkan Bulungan berada di posisi terakhir dengan IKG tertinggi yakni 0,496.
"Kami menekankan pentingnya evaluasi dan penguatan program pemberdayaan perempuan di Bulungan, terutama dalam bidang politik, pendidikan dan ketenagakerjaan, agar target kesetaraan gender dapat kembali berada di jalur yang positif," pungkasnya. (jai/har)