TANJUNG SELOR – Intensitas curah hujan yang tinggi terjadi di daerah hulu Sungai Kayan mengakibatkan banjir atau luapan air wilayah perkotaan, seperti Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Berdasarkan pantauan Radar Tarakan di lapangan pada Ahad (4/5/2025) sekitar pukul 13.30 Wita, beberapa pemukiman penduduk sudah mulai tergenang. Bahkan ada wilayah seperti di Tanjung Selor dan Tanjung Palas yang luapan airnya sudah menggenangi hingga ke badan jalan.
Yuda, salah seorang warga Bulungan yang wilayah rumahnya sudah tergenang air tampak mengumpulkan bahan bangunan, berupa balok dan papan yang disimpan di depan rumahnya karena takut hanyut terbawa arus air.
“Ini harus dipindah ke tempat yang lebih tinggi supaya tidak hanyut. Semoga banjirnya tidak naik terus,” ujar Yuda.
Ayu, warga Bulungan lainnya juga mengatakan hal yang sama. Ibu rumah tangga (IRT) ini mengaku was-was terhadap kondisi luapan air yang terus naik ini. Ia berharap luapan air ini tidak terus naik sampai jadi banjir besar seperti tahun 2015 lalu.
“Kita belum tahu juga, semoga tidak makin besar (banjirnya). Tapi kita tetap waspada, semoga tidak banjir di hulu (daerah hulu Sungai Kayan dan Sungai Bahau),” tuturnya.
Dikonfirmasi terkait kondisi luapan air yang terjadi saat ini, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, Andi Amriampa mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan.
“Diminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan termasuk teman-teman BPBD Bulungan kita minta ikut melakukan pemantauan terhadap kondisi air Sungai Kayan,” imbuhnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim