TANJUNG SELOR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetapkan indeks kebencanaan di Kalimantan Utara (Kaltara) terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
Berdasarkan data yang ada, indeks kebencanaan Kaltara pada tahun 2023 itu sebesar 148,16 poin, kemudian di tahun 2024 turun menjadi 131,84 poin. Harapannya, ke depan indeks kebencanaan ini bisa terus menurun.
Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara diharapkan dapat tetap waspada terhadap berbagai jenis potensi bencana, salah satunya dengan cara memperkuat sosialisasi kepada sejumlah stakeholder terkait.
"Sosialisasi terus kita lakukan kepada stakeholder dan masyarakat terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi semua potensi bencana. Walaupun data menunjukkan indeks kebencanaan itu alami penurunan, kita harus tetap harus siaga," ujar Bustan, Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara kepada Radar Tarakan saat ditemui usai kegiatan sosialisasi mitigasi dan kesiapsiagaan rawan bencana Kaltara di Tanjung Selor, Senin (28/4/2025).
Bicara soal potensi bencana, itu ada beberapa. Tapi untuk yang paling besar di provinsi ke-34 Indonesia ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemudian, jika terjadi curah hujan yang tinggi, itu ada potensi terjadi banjir di beberapa lokasi di Kaltara ini.
"Potensi tanah longsor juga ada di Kaltara. Ada beberapa daerah yang terdapat ancaman itu, di antaranya seperti Tarakan. Bisa saja longsor itu terjadi dan mengancam keselamatan masyarakat kita, utamanya saat terjadi hujan deras," katanya.
Oleh karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mitigasi sebaik mungkin potensi bencana itu sejak dini.
Selain itu, ia juga minta kepada BPBD untuk terus meng-upgrade skill personelnya. Artinya, personel yang ada harus terus dilatih dan dikoordinasikan dengan kabupaten/kota secara berkelanjutan.
"Ini penting supaya ketika ada bencana, kita mampu merespon dengan cepat. Kemudian bisa berkoordinasi tidak hanya dengan pemerintah kabupaten/kota, tapi juga bisa dengan pihak perusahaan, termasuk TNI. Supaya ketika ada bencana kita sudah tahu apa yang harus dilakukan," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim