TANJUNG SELOR - Rumah Sakit Daerah dr H. Soemarno Sosroatmodjo (RSD SS) Tanjung Selor kembali melakukan penambahan 2 unit peralatan medis berupa Dialyzer (Mesin Dialisis) untuk cuci darah (Hemodialisa).
Hal itu disampaikan Direktur RSD SS Tanjung Selor, dr Widodo di sela-sela buka puasa bersama awak media, Rabu (19/3/2025). Total peralatan untuk menunjang Hemodialisa (HD) sebanyak 7 unit.
"Kita ada penambahan dua unit HD tahun ini, sehingga total yang kita miliki ada 7 unit HD," ungkap dr Widodo.
Dia menerangkan, kebutuhan terhadap pelayanan HD cukup tinggi di RSD SD Tanjung Selor. Bahkan sebelum memiliki jumlah peralatan yang memadai, kebanyakan pasien melakukan HD secara mandiri ke Kota Tarakan.
Menurut dr Widodo, pasien HD yang saat ini rutin menjalani perawatan, umumnya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Kondisi berbeda ketika RSD SS belum secara efektif melayani pasien HD.
"Sebelum ada HD, banyak pasien ketika di vonis harus cuci darah memilih menolak (karena harus ke luar daerah). Ketika sudah dalam kondisi gagal ginjal terminal, resikonya sangat riskan," sebut Widodo.
Peralatan medis penunjang HD di RSD SS Tanjung Selor telah melewati visitasi oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Koordinator wilayah Kaltimtara dan Sulteng.
Sebagai informasi, layanan HD juga ter-cover BPJS. Sehingga tidak ada lagi keraguan yang berkaitan dengan pembiayaan.
Hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto S.Pi., M.Si, mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendorong RSD SS Tanjung Selor untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan.
Kritik dan saran masyarakat, kata dia, harus benar-benar ditanggapi dan direspon secara serius. "Fasilitas di RSD harus lengkap sehingga tidak ada lagi pasien yang harus melakukan rujukan ke luar daerah," singkatnya. (dra/har)
Editor : Azwar Halim