TANJUNG SELOR - Impor Kalimantan Utara (Kaltara) pada Januari 2025 tercatat sebesar USD 25,70 juta. Nilai ini mengalami penurunan 69,24 persen jika dibandingkan dengan kondisi Desember 2024 atau bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, pada kondisi ini, komoditi barang migas tercatat melakukan impor sebesar USD 0,021 ribu, sedangkan komoditi barang non migas melakukan impor USD 25,70 juta.
Dibeberkannya, penurunan nilai impor pada Januari 2025 disebabkan oleh penurunan nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi USD 25,42 juta atau turun 69,22 persen dan nilai impor hasil tambang turun menjadi USD 0,28 juta atau turun 70,14 persen.
“Sedangkan untuk hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor pada Januari 2025,” ujar Mas’ud kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Jumat (7/3/2025).
Secara kumulatif bulan berjalan, nilai impor Kaltara periode 2025 mencapai USD 25,42 juta. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, terjadi penurunan 76,71 persen.
“Jika dilihat impor migas menurut negara asal, pada Januari 2025 transaksi nilai impor berupa barang migas di Kaltara tercatat melakukan impor USD 0,021 ribu,” sebutnya.
Sedangkan impor non migas ke Kaltara pada Januari 2025 menurut negara asal tercatat sebesar USD 25,70 juta, dengan rincian dari Cina USD 17,29 juta, Singapore USD 7,68 juta, United Arab Emirates USD 0,45 juta, Malaysia USD 0,28 juta dan Poland USD 0,0038 juta.
“Jika dibandingkan dengan Desember 2024, impor non migas pada Januari 2025 mengalami penurunan 69,24 persen. Secara kumulatif nilai impor non migas pada periode 2025 sebesar USD 25,70 juta atau turun 76,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2024,” pungkasnya.
Untuk diketahui, neraca perdagangan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan di Kaltara tetap menunjukan nilai yang positif (surplus). Pada Januari 2025 neraca perdagangan surplus USD 84,31 juta. Angka ini naik 12,79 persen dibanding kondisi Desember 2024. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim