TANJUNG SELOR – Tertabraknya jembatan penghubung Tanjung Selor-Tanjung Palas di Kalimantan Utara (Kaltara) oleh tongkang atau ponton yang ditarik oleh kapal tukboat pada Sabtu (1/3/2025) menarik perhatian sejumlah pihak, tak terkecuali pihak eksekutif.
Plt. Kepala Dinas Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Andi Nasuha mengatakan, menyikapi kejadian ini, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Tanjung Selor sebagai pihak yang memiliki kewenangan menyikapi hal itu.
“Menurut informasi dari koordinasi yang saya lakukan dengan Kepala UPP-nya, pernyataannya nakhoda tukboat (kapal yang digunakan menarik tongkang atau ponton) beserta crew akan dipanggil,” ujar Andi Nasuha kepada Radar Tarakan, Sabtu (1/3/2025).
Pemanggilan terhadap nakhoda dan crew tugboat itu dilakukan untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut, karena saat kejadian terlihat dari tangkapan video warga bahwa ada serpihan dari badan jembatan itu yang berjatuhan.
Untuk seperti apa hasilnya nanti UPP akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya seperti Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN), Balai Pengelola transportasi Darat (BPTD).
“Karena ini kan berkaitan dengan jalan nasional,” katanya.
Jika hasilnya nanti menunjukkan ada permasalahan, misalnya ada konstruksi yang bergeser, maka akan dilakukan langkah-langkah penanganan atau perbaikan dan antisipasi terhadap segala hal yang dimungkinkan terjadi.
“Sebagai bentuk antisipasi, mungkin saja jika nanti hasilnya ada kerusakan yang perlu disikapi, bisa saja nanti akan ada pengaturan lalu lintas di jembatan itu. Bisa jadi menggunakan sistem buka tutup. Itu nanti akan terlihat setelah dilakukan investigasi di lapangan,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim