TANJUNG SELOR - Penumpukan pasien di loket pendaftaran Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor belum teratasi. Pemicu penumpukan ditengarai minimnya pemanfaatan pendaftaran pasien secara online melalui JKN Mobile BPJS Kesehatan.
Hal ini diungkap Direktur RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, dr. Widodo Darmo kepada Radar Kaltara.
Menurutnya, pemanfaatan pendaftaran pasien secara daring masih di bawah angka 2 persen dari total seluruh kunjungan. Sisanya, masih memilih mendaftar secara manual melalui loket pendaftaran.
“Kondisi ini masih menjadi penyebab penumpukan antrean pasien. Pemanfaatan pendaftaran online masih di bawah 2 persen dari seluruh total kunjungan. Sementara di RS Tarakan sudah di angka 10 persen,” ungkap Widodo.
Langkah-langkah konkrit sedang menjadi pembahasan hangat di RS Soemarno. Menurut Widodo, jajaran managemen sedang merancang dan mencari inovasi yang tepat untuk mengurai antrean pasien.
Dia mengakui, keluhan atas panjangnya antrean di Poliklinik RS Soemarno, sepenuhnya menjadi atensi mereka.
Kendati begitu, penyebab masih minimnya pemanfaatan antrean online disebabkan masih banyaknya warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi informasi.
Selain itu, kondisi akses jaringan telekomunikasi yang belum merata, turut menjadi pemicu masyarakat lebih memilih mendaftar manual melalui loket poliklinik. Padahal, antrean online memungkinkan pasien bisa menunggu dari rumah masing-masing.
“Antrean online ini dapat dipantau langsung oleh masing-masing pasien dari rumah mereka. Nanti ketika nomor antrean mereka sudah mendekati giliran, baru bergerak ke rumah sakit,” jelas Widodo.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani S.Pd., M.Si menyampaikan, aspirasi masyarakat terhadap penumpukan pasien di loket antrean RS Soemarno cukup banyak dia terima. Pasien mengeluhkan harus menunggu berjam-jam sebelum dilayani.
“Ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak rumah sakit. Harus ada perubahan di 2025 ini. Bila perlu, pasien sebaiknya antre di masing-masing poli yang mereka tuju. Jadi tidak menumpuk di satu loket pendaftaran saja,” saran Syarwani. (dra/har)
Editor : Azwar Halim