TANJUNG SELOR – Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi besar yang dimiliki Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Njau Anau mengatakan, dari sisi fisik, saat ini sudah ada fokus pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di tiap kabupaten/kota.
"Sesuai review yang dilakukan, kita juga fokus terhadap pengembangan objek wisata. Untuk di kabupaten/kota, saat ini sedikitnya ada 7 yang ingin dikembangkan," ujar Njau kepada Radar Tarakan, Senin (27/1/2025).
Saat ini pengembangan pariwisata di provinsi ke-34 Indonesia ini sudah berjalan. Hanya tinggal melihat apa saja yang masih kurang dan perlu ditingkatkan.
"Yang sangat penting di sini, semua pihak harus terlibat dalam pembangunan pariwisata kita," tuturnya.
Dicontohkannya, jika dari sisi fisik, itu tidak hanya menjadi tugas dari Dispar, tapi perangkat daerah lain seperti Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) juga harus terlibat.
Termasuk untuk promosinya. Memang untuk promosi ini dari di Dispar ada, tapi juga ada perangkat daerah lain yang harus memberikan dukungan untuk promosi ini. Artinya saling support antara satu perangkat daerah dan lainnya.
Adapun dari 7 yang prioritas ingin dikembangkan itu, sesuai fokus rencana pengembangan pariwisata di Kaltara, itu ada yang namanya desa wisata.
"Desa wisata ini ada di setiap kabupaten/kota. Seperti di Kabupaten Bulungan, di antaranya ada Metun Sajau dan Tanah Kuning," tuturnya.
Untuk di Tanah Kuning ini, jika dilihat pada kondisi yang ada, orang senang untuk berwisata ke sana. Tapi, masyarakat di sana belum mengoptimalkan peluang yang ada di daerah itu sendiri.
"Prinsipnya, desa wisata ini harus kita kembangkan untuk jadi satu potensi yang luar biasa dan tidak ada habisnya. Diterpa apapun dia tidak akan habis, karena dia tidak terdampak pada ekonomi global. Dia ini kearifan lokal," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim