TANJUNG SELOR - Rumah Sakit Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo (RSD SS) Tanjung Selor ditarget naik dari Tipe C menjadi Tipe B tahun ini. Target tersebut dibarengi dengan pembentukan tim percepatan status baru RSD SS.
"Targetnya pertengahan tahun ini (naik status Tipe B). Tim percepatan status RSD sudah dibentuk," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Humas RSD SS, dr Heriyadi Suranta, Kamis (23/1/2025) di ruang kerjanya.
Menurut Heriyadi, prasyarat perubahan status RSD SS hampir sepenuhnya telah terpenuhi. Syarat mutlak yang mewajibkan sebuah rumah sakit Tipe B memiliki minimal 200 unit tempat tidur, telah tersedia.
Saat ini, diungkap Heriyadi, RSD SS Tanjung Selor memiliki 215 tempat tidur untuk kebutuhan rawat inap. Sarana penunjang seperti laboratorium; ruang IGD, alat medis yang memadai hingga ketenagaan medis seperti dokter specialis, juga telah tersedia.
"Syarat mutlak dan syarat tambahan menuju Tipe B semuanya telah tersedia. Kita tinggal menunggu penilain kelayakan dari Kemenkes RI," imbuh Heriyadi.
Sebagai gambaran, rumah sakit terbagi dalam 4 tipe. Diantaranya, rumah sakit dengan kapasitas minimal 50 tempat tidur masuk dalam Tipe D. Sementara rumah sakit dengan kapasitas minimal 100 tempat tidur, masuk dalam kategori Tipe C.
Selanjutnya, rumah sakit dengan status Tipe B, harus memiliki sekurang-kurangnya 200 tempat tidur. Terakhir, rumah sakit Tipe A, wajib memiliki minimal 250 tempat tidur.
RSD SS Tanjung Selor sendiri, seperti disampaikan Heriyadi, meski masih berstatus Tipe C, daya tampung rawat inap dan ketersediaan tempat tidur sebanyak 215 unit.
RSD SS Tanjung Selor juga ditunjang sekitar 27 dokter specialis yang mampu menangani berbagai layanan medik. Seperti, dokter specialis THT, Jantung, Paru-Paru, Mata, Radiologi, Kulit, Anak dan beberapa jasa medik lainnya.
Ruangan di RSD SS juga terbilang lengkap. Saat ini, terdapat 4 tipe ruangan yang terdiri dari, ruangan VIP, Klas 1, II dan III. (dra/har)
Editor : Azwar Halim