TANJUNG SELOR - Kementerian Agama (Kemenag) mewacanakan kegiatan sekolah libur selama Ramadhan. Rencana itu disambut baik Anggota Komisi I DPRD Kaltara, Herman.
Herman mengatakan, wacana libur sekolah selama Ramadan bukan hal baru. Menurutnya kebijakan tersebut juga diterapkan di di era almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjadi Presiden.
"Di masa Presiden Soeharto kebijakan tersebut juga pernah dijalankan," kata Herman kepada Radar Kaltara, Kamis (9/1).
Menurutnya, peserta didik bisa mengisi liburan dengan kegiatan positif berbasis komunitas di lingkungan masing-masing. Karena itu, Anggota Komisi I DPRD Kaltara fraksi PKB ini sepakat dengan wacana tersebut tersebut.
"Konstituen PKB mayoritas pondok pesantren, Madrasah Aliyah (MA). Jadi, kami sangat mendukung wacana itu," ungkapnya.
Sebab, jika wacana itu diterapkan para siswa-siswi bisa lebih konsentrasi dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.
"Selama Ramadan jam pembelajaran dipersingkat," bebernya.
Bahkan, mereka kerap tidak konsentrasi dalam proses pembelajaran. Namun demikian, wacana ini masih perlu dilakukan kajian.
"Saya yakin sekarang ini pemerintah pusat masih mengkaji wacana ini," pungkasnya. (jai/har)