TANJUNG SELOR - Salah seorang pelajar SMP berinisial MR (14) mengalami luka parah setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya menabrak bumper bagian depan mobil Daihatsu Sigra di Jl. Rambutan, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, pada Rabu (25/12/2024) siang.
Insiden ini terekam kamera CCTV dan videonya sempat viral di media sosial. Dalam rekaman, MR terlihat terpelanting jauh hingga masuk ke dalam parit berjarak sekitar 4 meter dari lokasi benturan.
MR yang masih berstatus pelajar kini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor akibat luka robek pada pundak dan penurunan kesadaran.
Kapolresta Bulungan, AKBP Rofikoh Yunianto, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP Rudika Harto Kanajiri menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi di persimpangan Jl. Rambutan dan Jl. Mangga sekitar pukul 13.50 WITA.
Mobil Daihatsu Sigra warna putih yang dikendarai MI melaju perlahan dari arah Jl. Rambutan menuju Jl. Semangka. Namun, dari arah Jl. Mangga, sepeda motor Honda Beat yang dikendarai MR melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kejadian berlangsung begitu cepat. Sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban menabrak bagian bumper depan sebelah kanan mobil Daihatsu Sigra hingga korban terpelanting jauh," ungkap AKP Rudika.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat. AKP Rudika menyoroti bahwa korban masih berusia 14 tahun, sehingga secara hukum tidak memenuhi syarat untuk mengendarai sepeda motor.
Ia mengimbau kepada orang tua untuk lebih bijak dalam melarang anak-anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor, karena risiko kecelakaan sangat tinggi.
"Kecelakaan ini sangat disayangkan karena melibatkan anak di bawah umur. Kami meminta para orang tua untuk tidak mengizinkan anak-anaknya yang masih di bawah umur mengendarai kendaraan. Hal ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya," tegasnya.
Kasat Lantas juga menekankan pentingnya edukasi lalu lintas sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Polisi akan terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya berkendara bagi anak di bawah umur.
"Kami akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada orang tua, untuk mengutamakan keselamatan anak-anak mereka di jalan raya. Mematuhi peraturan lalu lintas adalah kunci utama mencegah kejadian serupa," pungkas AKP Rudika.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara dan pengawasan terhadap anak-anak. Polisi berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam berkendara dan menaati peraturan lalu lintas. (dni/har)
Editor : Azwar Halim