Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Oktober 2024, Impor Kaltara Turun 32,60 Persen

Iwan RT • Selasa, 17 Desember 2024 | 18:00 WIB
IMPOR: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
IMPOR: Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat impor Kaltara pada Oktober 2024 mengalami penurunan sebesar 32,60 persen menjadi USD 40,52 juta jika dibanding dengan kondisi September 2024.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Selasa (17/12).

Mas’ud menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya, komoditi barang migas tercatat tidak melakukan impor pada Oktober 2024. Sedangkan komoditi barang non migas tercatat melakukan impor sebesar USD 40,52 juta.

“Penurunan nilai impor pada Oktober 2024 disebabkan oleh penurunan nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi USD 39,37 juta atau turun 33,56 persen,” ujar Mas’ud.

Sementara itu, untuk nilai impor hasil tambang mengalami kenaikan menjadi USD 1,15 juta atau meningkat 32,58 persen, sedangkan hasil pertanian tercatat tidak melakukan transaksi impor pada Oktober 2024.

Secara kumulatif bulan berjalan, nilai impor Kaltara periode Januari-Oktober 2024 mencapai USD 783,62 juta dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023, terjadi peningkatan sebesar 55,65 persen.

“Sedangkan untuk transaksi nilai impor berupa barang migas di Kaltara pada Oktober 2024 tercatat tidak melakukan impor,” sebutnya.

Adapun impor produk non migas Kaltara pada Oktober 2024 yang sebesar USD 40,52 juta itu berasal dari Cina USD 24,08 juta, Singapore USD 7,83 juta, Malaysia USD 5,39 juta, Vietnam USD 1,53 juta, United Arab Emirates USD 1,51 juta dan negara lainnya USD 0,19 juta.

Secara kumulatif, nilai impor non migas pada periode Januari-Oktober 2024 tercatat sebesar USD 782,88 juta atau mengalami peningkatan sebesar 56,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2023.

Dengan kondisi ini, neraca perdagangan kegiatan ekspor-impor melalui pelabuhan di Kaltara tercatat tetap menunjukan nilai yang positif atau surplus, yang mana pada Oktober 2024 neraca perdagangan tercatat surplus USD 176,24 juta.

“Tapi angka ini mengalami penurunan sebesar 39,74 persen dibanding kondisi September 2024 yang surplus sebesar USD 292,45 juta,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #impor #2024 #oktober #tanjung selor #bulungan