TANJUNG SELOR – Dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di salah satu sekolah dasar di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, menjadi perhatian serius.
Kasus ini mencuat setelah laporan dari orang tua dan korban yang mengungkapkan adanya tindakan tidak senonoh terhadap beberapa siswa.
Anggota DPRD Kabupaten Bulungan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rozana Bin Serang, mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan keprihatinannya. "Kami sangat prihatin atas kejadian ini.
Kasus seperti ini harus segera ditangani dengan serius dan transparan. Kami meminta Polres Bulungan untuk bekerja cepat dan memastikan keadilan ditegakkan," tegasnya, Minggu (15/12/2024).
Rozana juga menyoroti pentingnya perlindungan siswa di lingkungan sekolah. "Ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga masalah moral dan etika.
Guru harus menjadi panutan bagi para siswa, bukan justru merugikan mereka. Jika benar terbukti, oknum guru tersebut harus dipecat," ujar Rozana.
Menurut informasi yang beredar, perbuatan tidak senonoh itu dilakukan oleh oknum guru terhadap beberapa siswa di sekolah dasar tempat ia mengajar.
Modus pelaku diduga melibatkan tindakan manipulasi psikologis terhadap korban, sehingga beberapa siswa merasa sulit untuk melawan atau melaporkan perbuatan tersebut.
Rozana meminta agar pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas guru dan memastikan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa.
"Kami mendesak Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan aspek perlindungan siswa dan mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," tambahnya.
Saat ini, Polres Bulungan telah menetapkan oknum guru tersebut sebagai tersangka setelah laporan resmi diterima dan penyelidikan dilakukan. Rozana memberikan apresiasi atas langkah cepat pihak kepolisian.
"Kami sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian atas dedikasi dan kerja cepat mereka. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga tuntas," katanya.
Rozana menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelecehan seksual di lingkungan pendidikan.
"Kami akan memastikan bahwa anak-anak kita merasa aman di sekolah. Kasus ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk menjaga integritas dunia pendidikan," tutupnya. (dni/har)
Editor : Azwar Halim