TANJUNG SELOR – Potensi pariwisata di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini masih luar biasa besar, mulia dari wisata alam, budaya hingga buatan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Njau Anau kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Selasa (19/11/2024),
“Sampai saat ini yang diinventarisir ada 323 objek wisata, salah satunya budaya yang memang memiliki kearifan lokal luar biasa di Kaltara,” ujar Njau Anau.
Njau Anau menyebutkan, fokus pengembangan pariwisata di provinsi ke-34 Indonesia ini adalah bagaimana budaya itu bisa menjadi salah satu prioritas utama.
“Untuk di Kaltara ini yang paling banyak itu wisata alam dan budaya. Ini tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota yang ada,” sebutnya.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh pihaknya untuk mempromosikan potensi wisata tersebut. Tentu, dalam hal ini yang paling penting adalah bagaimana caranya pemerintah melihat potensi itu secara tuntas.
Baca Juga: Rampung Dibangun, Pedagang Bakal Dialihkan ke Pasar Rakyat
“Harus kita pikirkan semua itu seperti bagaimana pengembangannya serta promosinya. Di sini kita akan melalui media yang tentunya dengan penjelasan yang baik. Artinya, tidak hanya sekedar promosi, tapi harus dibeberkan alasan-alasannya,” kata Njau Anau.
Terbaru, salah satu budaya di Kaltara, yakni Tari Tungal Lingkuda, salah satu tarian tradisional suku Tidung di Kaltara resmi dinobatkan jadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.
“Saya rasa Kaltara ini kaya dengan budaya, dengan tiga etnis besarnya. Ada beberapa tarian lain yang sebenarnya juga memiliki khas dan patut menjadi warisan budaya benda, salah satunya Tarian Bulusu. Nah, ini juga tentu menjadi atensi kita,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim