TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menjadi salah satu kebiasaan yang harus diterapkan oleh lintas sektor di Bumi Tenguyun. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko penyakit tidak menular (PTM).
Pjs Bupati Bulungan, H. Haerumuddin menjelaskan Germas merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendorong pola hidup sehat di masyarakat dengan melibatkan peran aktif dari seluruh elemen, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
"Germas mengusung pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif, dengan tujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penerapan gaya hidup sehat," kata
Haerumuddin kepada Radar Kaltra usai membuka Rakor Germas, Rabu (16/10).
Dijelaskan, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan yang berkelanjutan. Tanpa adanya masyarakat yang sehat, upaya pembangunan di berbagai sektor tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, implementasi Germas menjadi sangat penting.
"Program ini berfokus pada pencegahan daripada pengobatan, yang selaras dengan visi kita untuk menciptakan masyarakat Kabupaten Bulungan yang lebih sehat dan sejahtera," ungkapnya.
Namun, semua harus menyadari bahwa tanggung jawab untuk menciptakan masyarakat yang sehat tidak hanya ada pada pundak sektor kesehatan. Untuk memastikan keberhasilan Germas, diperlukan kerja sama dan sinergi lintas sektor.
"Setiap sektor memiliki perannya masing-masing dalam mendukung pelaksanaan Germas. Sebagai contoh, sektor pendidikan dapat mempromosikan kebiasaan sehat di lingkungan sekolah, seperti mengadakan kegiatan olahraga dan mendorong konsumsi makanan sehat. Ini akan membantu siswa untuk memahami dan mengadopsi pola hidup sehat, sehingga dapat mempengaruhi pola hidup keluarga dan masyarakat sekitar," bebernya.
Karena itu, pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menyatukan visi, misi dan komitmen bersama dalam mengimplementasikan Germas secara optimal di Bulungan.
"Saya berharap rakor ini dapat menjadi wadah diskusi yang konstruktif untuk merumuskan langkah strategis dan tindakan nyata yang dapat diambil oleh masing sektor dalam mendukung gerakan ini," harapnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bulungan telah mengalami berbagai tantangan di bidang kesehatan, terutama terkait dengan penyakit tidak menular yang semakin meningkat.
Seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung yang terkait dengan pola hidup tidak sehat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
"Germas menekankan tiga hal utama yang harus kita dorong dalam kehidupan sehari-hari, yaitu aktivitas fisik yang rutin, pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur dan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi dini penyakit. Ketiga hal ini sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mencegah terjadinya penyakit," jelasnya.
Langkah tersebut diyakini mampu menurunkan risiko PTM dan menciptakan masyarakat yang lebih produktif dan sejahtera. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, peran lintas sektor sangat dibutuhkan.
"Saya mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dan berkolaborasi, tidak hanya dalam hal pembinaan dan edukasi, tetapi juga dalam menyediakan fasilitas dan lingkungan yang mendukung masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat," ujarnya.
Salah satunnya, dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas olahraga, masyarakat Bulungan akan lebih mudah dan tercukupi dalam melakukan aktivitas fisik dan berolahraga.
"Selain itu, dengan terbukanya ruang hijau, masyarakat akan mendapatkan manfaat dari udara yang lebih bersih dan segar. Sementara itu, akses air bersih dan sanitasi yang layak akan membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar," pungkasnya.(jai/har)
Editor : Azwar Halim