TANJUNG SELOR - Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2024 telah melakukan proses seleksi terhadap beberapa pejabat untuk pengisian beberapa kursi JPT Pratama yang kosong.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan bahwa uji kompetensi yang dilakukan terhadap pejabat eselon II yang ikut seleksi JPT Pratama di lingkungan Pemprov Kaltara telah selesai digelar oleh pansel.
"Tapi itu nanti akan saya teliti hasilnya untuk menentukan yang mana yang memenuhi syarat dan yang mana yang tidak memenuhi syarat," ujar Gubernur kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (18/9).
Baca Juga: PI 10 Persen Masih Jadi PR
Mantan Wakapolda Kaltara ini mengatakan, setelah nanti terkumpul semua hasil selter-nya, baru kemudian dirapatkan kembali untuk menentukan kapan penetapan itu bisa dilaksanakan.
Ini karena harus minta persetujuan lagi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Sampai saat ini masih di timsel. Belum keluar tiga besar untuk masing-masing jabatan yang dilelang," sebutnya.
Sebelumnya, Anggota Pansel JPT Pratama Pemprov Kaltara, Pollymaart Sijabat mengatakan, saat ini hasil tes yang telah dilakukan masih dipersatukan poin-poinnya untuk diakumulasikan sebelum dilaporkan ke pimpinan.
"Di sini ada beberapa poin, mulai dari penilaian CAT (computer assisted test) terkait dengan gambaran secara psikologi dan kecerdasan, serta hasil tes wawancara," ujar Pollymaart.
Tes wawancara ini dilakukan untuk menjelaskan apa yang bisa dilakukan pejabat tersebut selaku calon kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Termasuk seperti apa gambaran yang ditawarkan jika dipercaya sebagai kepala OPD, seperti apa visi dan misinya.
Baca Juga: Tahun Ini Rumjab Gubernur Rampung
"Nanti semua diakumulasikan jadi satu. Tapi, dari tes yang dilakukan itu ada bobot penilaiannya masing-masing. Paling tinggi bobotnya di wawancara, itu nilainya di atas 60 persen," sebut pria yang juga menjabat Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara ini.
Artinya, hasil wawancara ini sangat menentukan sekali untuk penilaian terhadap calon kepala OPD tersebut.
Karena dari wawancara yang dilakukan itu bisa terlihat bagaimana pejabat tersebut ke depannya jika dipercaya jadi kepala OPD.
Baca Juga: Siapkan Rp 7 M untuk Dorong Kemandirian Desa
Saat ini masih berproses. Untuk pengumuman tiga besar JPT Pratama ini, tentu itu nanti setelah disampaikan kepada pimpinan. Setelah ditetapkan tiga besar nanti, maka hasilnya diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian (PPK), dalam hal ini gubernur.
"Mudah-mudahan bisa dalam waktu dekati ini, karena untuk proses semua sudah selesai di lakukan. Tinggal penetapan tiga besar saja lagi," tuturnya.
Pastinya, di internal pansel sudah melakukan sekali rapat terkait pembahasan selter JPT Pratama ini.
Dalam hal ini, direncanakan untuk dilakukan rapat sekali lagi untuk memfinalkan hasil tiga besar yang akan diserahkan ke gubernur nantinya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim