Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Siapkan Rp 7 M untuk Dorong Kemandirian Desa

Radar Tarakan • Rabu, 11 September 2024 | 10:22 WIB

 

ISTIMEWA KEMANDIRIAN: Bupati Bulungan, Syarwani memberikan arahan kepada 74 desa terkait pelaksanaan program TAKE.
ISTIMEWA KEMANDIRIAN: Bupati Bulungan, Syarwani memberikan arahan kepada 74 desa terkait pelaksanaan program TAKE.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan telah menjalankan program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) selama beberapa tahun terakhir ini dalam rangka mendorong kemandirian desa.

Bahkan, setiap tahun anggaran yang dipersiapkan untuk TAKE Bulungan Hijau ini terus meningkat, dimana tahun 2023 alokasi anggarannya sekitar Rp 4 miliar, tahun 2024 sekitar Rp 5 miliar, bahkan untuk tahun 2025 disiapkan sekitar Rp 7 miliar.

“Tahun 2025 alokasinya kita tambah menjadi Rp 7 miliar, yang nantinya dikompetisikan antar desa se-Kabupaten Bulungan,” ujar Syarwani, Bupati Bulungan saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan program TAKE, Senin (9/9).

 Baca Juga: Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke - 69, Ditlantas Polda Kaltara Gelar Donor Darah

Bupati menyebutkan, rakor TAPE ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengevaluasi dan memitigasi permasalahan yang dihadapi selama dua tahun pelaksanaan program ini.

Ada berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program TAKE di tiap desa dalam dua tahun terakhir ini.

Salah satu isu penting yang dibicarakan dalam rakor kali ini di antaranya evaluasi agar program pembangunan yang mengedepankan aspek lingkungan ini bisa lebih memberi manfaat bagi masyarakat desa secara umum.

“Salah satunya yang berkaitan dengan pertanggung jawaban keuangan,” kata Bupati.

Selama ini TAKE yang bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) masuk ke desa melalui ADD (Alokasi Dana Desa) untuk dipergunakan mendorong kemandirian desa dengan memanfaatkan potensi lokal.

“Bagaimanapun dan sehebat apapun hasil yang kita capai, ketika tidak bisa kita pertanggung jawabkan dari aspek laporan keuangannya, justru itu akan menimbulkan permasalahan,” tegasnya.

 Baca Juga: Bangun Silahturahmi, Kapolda Kaltara Kunjungan ke Ketua Lembaga Adat Dayak Kaltara

Oleh karena itu, selain sebagai sarana evaluasi, rakor ini juga dilakukan untuk melihat seperti apa capaian keberhasilan yang telah dilakukan oleh beberapa desa dalam pelaksanaan program TAKE tahun 2023 dan 2024.

“Jadi, yang sudah berjalan harus ditingkatkan, yang belum maksimal harus diperbaiki. Kita identifikasi kendalanya di mana yang harus kita perbaiki bersama. Rakor ini sangat penting dilakukan sebelum memasuki tahun 2025,” katanya.

Selain itu, Bupati juga berpesan agar pengelolaan sampah plastik dalam program TAKE menjadi atensi khusus bagi 74 desa yang ada di Kabupaten Bulungan. Ini penting mengingat sampah plastik ini tidak hanya jadi isu lokal, tapi juga sudah menjadi isu global.

 Baca Juga: Pimpin Apel Pagi, Kapolda Kaltara Utarakan Pesan ke Personel Agar Jaga Wibawa

 Program TAKE merupakan semangat berkompetisi, bukan serta merta alokasi anggaran yang ada di bagikan secara langsung ke 74 desa. Bahkan, setiap tahun anggaran yang ‘disuntikkan’ terus meningkat. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#Kemandirian Desa #pemkab #TAKE #tanjung selor #bulungan