BANDA ACEH - Menindaklanjuti hasil menindaklanjuti monitoring dan evaluasi (monev), KONI Kaltara melakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama panitia dan manager cabang olahraga (cabor) yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut) di wilayah Aceh, Rabu (4/9).
Ketua Tim Monev KONI Kaltara, Dr Wiyono Adie menyatakan bahwa rapat ini digelar sebagai upaya evaluasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi untuk selanjutnya dieksekusi.
"Banyak hal sederhana yang tidak tercover secara menyeluruh oleh tim," kata Wiyono kepada Radar Kaltara, Rabu (4/9).
Baca Juga: Kaltara Optimistis Masuk Zona Medali di PON XXI Aceh-Sumut
Contoh, di bidang kesehatan tidak tersedianya tenaga kesehatan untuk fisioterapi. Padahal, ada olahraga body contact atau olahraga yang melibatkan sentuhan fisik langsung antar para pemain selama pertandingan.
Sehingga, memerlukan perawatan dan rehabilitasi fisik terkait dengan cedera yang mungkin terjadi.
"Di samping itu, terdapat juga cabang olahraga yang memiliki risiko tinggi terhadap anatomi tubuh," ungkapnya.
Baca Juga: Persiapan Musik Alam X Benuanta Fest 2k24 Terus Dimatangkan
Dalam rapat tersebut, telah disepakati bahwa tenaga kesehatan fisioterapi akan dikoordinasikan oleh bidang kesehatan dengan tenaga kesehatan disini. Artinya, sudah tidak ada masalah.
"Suka tidak suka kita harus mengeluarkan cost (biaya)," bebernya.
Menurutnya, dalam sebuah sistem tim olahraga, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak memiliki tenaga kesehatan fisioterapi. Kemudian, untuk persoalan sekretariat diakuinya tidak setandar.
Baca Juga: Sisa Suara Sah Tak Bisa Mengusung
"Sekretariat tidak hanya sebatas mengetik atau tugas administratif, melainkan juga untuk menyajikan data dan fakta terkait dengan kegiatan olahraga yang sedang dilaksanakan," ungkapnya.
Oleh karena itu, diperlulan ruangan yang representatif untuk sekretariat. Menurutnya, hal ini sangat penting. Mengingat, gubernur dan forkopimda dipastikan akan melakukan peninjauan lapangan.
"Yang pertama ditinjau pasti kesiapan sekretariat. Bagaimanapun sekretariat menjadi tempat informasi secara keseluruhan," bebernya.
Baca Juga: Semua Syarat Wajib Harus Diragukan, 22 September Penetapan Pasangan Calon
Sehingga, semua aktivitas mobilisasi ada di sekretariat. Jika tidak representatif bagaimana petugas sekretariat bisa bekerja secara maksimal. Sehingga, diputuskan mencari tempat yang lebih representatif.
"Untuk banner juga masih sangat standar, sehingga belum cukup memadai dalam menyampaikan pesan," ungkapnya.
Kemudian, untuk bidang keamanan dipastikan sudah tidak ada masalah. Begitupun id card, diharapkan dalam waktu dekat ini bisa segara diselesaikan.
"Rapat koordinasi dan evaluasi ini akan kita laksakan setiap hari. Agar semua berjalan sesuai perencanaan," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim