Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kontribusi PDRB Kaltara Terendah di Kalimantan

Radar Tarakan • Senin, 19 Agustus 2024 | 09:19 WIB

 

 

Foto: Mas’ud Rifai – Kepala BPS Kaltara
Foto: Mas’ud Rifai – Kepala BPS Kaltara

TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat secara spasial kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltara triwulan II tahun 2024 menurut lapangan usaha 8,08 persen.

Berdasar data yang ada, angka ini menjadi yang terendah di antara provinsi yang ada di Regional Kalimantan.

Struktur ekonomi tertinggi di Kalimantan disumbang Kalimantan Timur (Kaltim) dengan besaran 47,77 persen. (selengkapnya di grafis)

Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, secara umum perekonomian itu sangat berbanding lurus dengan jumlah penduduk dan jumlah usaha.

Untuk Kaltara, kenapa dia rendah, itu karena jumlah penduduknya juga kecil, yaitu hanya sekitar 700 ribu jiwa.

“Kaltara ini sebetulnya bukan hanya dengan provinsi lain di Kalimantan, tapi dengan beberapa provinsi lain di luar Kalimantan juga masih lebih rendah.

Itu karena jumlah penduduk kita tidak begitu besar,” ujar Mas’ud kepada Radar Kaltara beberapa waktu lalu.

Jika dilihat dari skala ekonominya, struktur di provinsi ke-34 Indonesia ini juga masuk didominasi struktur primer, dalam hal ini pertambangan. Termasuk struktur pertanian juga sebenarnya masuk kategori struktur primer.

 Baca Juga: Pemkab Bulungan Beri Pembinaan Nelayan hingga Petakan Potensi Perikanan

“Hanya saja pertambangan ini, untuk ke tahapan berikutnya dia tidak terlalu kuat, sehingga tidak ada multiplier effect-nya (efek bergandanya),” jelas Mas’ud.

Contohnya seperti pertambangan batu bara. Itukan begitu selesai diproduksi langsung dijual. Jadi tidak dimasukkan ke pabrik dulu dan lain sebagainya di daerah. Jadi, ini yang dimaksud dengan tidak ada proses berikutnya di Kaltara.

Berbeda halnya dengan pertanian, sekalipun dia masuk kategori struktur primer, tapi jika dimasukkan ke agro industri, secara otomatis multiplier effect-nya ada. tentu secara otomatis hal ini akan mempengaruhi perekonomian daerah menjadi lebih baik.

“Makanya seperti rumput laut, itu kami menyarankan kalau bisa ada pabrik rumput laut di Kaltara. Karena nilai pabrik itukan juga masuk ke nilai perekonomian kita, selain yang sebelumnya dari nilai pertaniannya juga masuk,” tuturnya.

 Baca Juga: Empat WNA Pelaku Pengeroyokan di KIPI Bulungan Ditetapkan Tersangka

Pada prinsipnya, untuk di Kaltara yang mempengaruhi kontribusi PDRB itu utamanya karena jumlah penduduknya yang terbilang kecil, serta jumlah usahanya juga kecil. (iwk/har) 

Editor : Azwar Halim
#kaltara #perekonomian #bps #PDRB #kaltim #tanjung selor