TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) melakukan pembangunan taman baru di Tepian Sungai Kayan (TSK), Tanjung Palas.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, taman yang dibangun di daerah Jalan Perdana, Tanjung Palas Hulu memiliki luasan sekitar 2 ribu meter persegi. Menurut Bupati, pembangunan banyak ruang terbuka publik (RTP) ini sangat penting bagi masyarakat perkotaan.
Ini karena keberadaannya yang tidak hanya menjadi fungsi ekologis, tapi juga mempercantik kota, menunjukan identitas kota, meningkatkan kebahagiaan masyarakat, termasuk membuka peluang tumbuhnya ekonomi kerakyatan secara masif.
"Realitasnya masyarakat membutuhkan banyak ruang rekreasi di sekitar wilayah mereka. Termasuk peluang untuk meningkatnya ekonominya, sehingga perlu didukung tersedianya banyak RTP," ujar Bupati.
Menurut Politisi Partai Golkar ini, pembangunan taman seluas 100 kali 20 meter tersebut dikerjakan dengan nilai kontrak sekitar Rp 716.790.501. Sesuai kontrak, taman ini akan dibangun selama 180 hari kalender.
"Harapannya taman ini dapat terselesaikan tepat waktu, yaitu pada 21 Desember 2024," tuturnya.
Bupati juga mengapresiasi DPRKPP Kabupaten Bulungan yang bergerak cepat memulai pembangunan taman baru tersebut.
"Mari kita bersama mensukseskan pembangunan taman ini, menyediakan banyak ruang titik kumpul masyarakat untuk aktivitas sosial kemasyarakatan juga menjadi prioritas Pemkab Bulungan," katanya.
Ke depan, kegiatan seperti ini tetap dilanjutkan meskipun dengan alokasi anggaran terbatas. Berkoordinasi dengan DPRKPP untuk beberapa penyempurnaan taman agar terlihat menarik dan memiliki banyak fungsi bagi kegiatan masyarakat.
"Saya minta dukungan masyarakat untuk menjaga dan merawat keberadaan taman ini nantinya. Karena pemanfaatannya bukan oleh pemerintah, tapi untuk masyarakat," katanya.
Bupati menambahkan, melalui DPRKPP, pada tahun 2025 mendatang pihaknya meminta para lurah maupun kepala desa Gunung Putih, Karang Anyar dan sekitarnya, yang memiliki ruang untuk difasilitasi pembuatan RTP.
"Ini supaya nantinya tiap desa atau kelurahan punya ruang terbuka untuk aktivitas sosial kemasyarakatan dan memicu tumbuhnya UMKM baru dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat," pungkasnya. (iwk)
Editor : Azwar Halim