Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Stok Hewan Kurban Surplus

Radar Tarakan • Rabu, 5 Juni 2024 | 12:36 WIB

 

PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA SURPLUS: Stok hewan kurban untuk Iduladha diklaim surplus.
PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA SURPLUS: Stok hewan kurban untuk Iduladha diklaim surplus.

TANJUNG SELOR - Kebutuhan hewan kurban Idul Adha 1445 Hijriah (H) diperkirakan mencapai 373 ekor. Angka ini berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disperta Bulungan, Maritje Joana mengaku telah melakukan pendataan untuk kebutuhan hewan kurban di 10 kecamatan se-Bulungan.

"Kebutuhan sapi diperkirakan mencapai 343 ekor dan 30 ekor kambing," kata Maritje kepada Radar Kaltara, Selasa (4/6).

Dalam hal ini, Disperta Bulungan memastikan ketersediaan hewan sudah surplus. Sebab, ketersediaan sapi mencapai 686 ekor dan 353 ekor kambing. "Artinya, ketersediaan sekarang ini melebihi dari kebutuhan," ungkapnya.

Menurutnya, angka ketersediaan hewan kurban akan terus bertambah. Karena akan mendatangkan pasokan dari luar Bulungan. Begitu juga dengan kebutuhan.

"Biasanya, mendekati hari H Idul Adha permintaan hewan kurban akan meningkat," bebernya. Mengingat, saat ini belum semua kecamatan melaporkan kebutuhan hewan kurban. Saat ini, data yang masuk baru di Kecamatan Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas Tengah, Sekatak dan Bunyu.

"Jadi, kita perkirakan permintaan berpotensi naik jika berkaca dari tahun sebelumnya yang diprediksi bisa mencapai 500 ekor," ujarnya.

Secara umum, sapi Bali adalah jenis sapi yang banyak diminati di Bulungan pada Idul Adha. Meskipun ada sapi limousin. Namun, jumlahnya sedikit. Disamping itu, Disperta Bulungan juga memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih.

"Dinas Pertanian Bulungan memiliki tim yang melibatkan sejumlah pihak, bahkan di beberapa lokasi itu ada dokter hewan karena memang mesti di periksa kesehatannya pada saat sebelum dan setelah di potong. Pemotongan hewan pun dianjurkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH)," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pasokan hewan kurban dari luar Bulungan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemasok. Di antaranya, kepemilikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Selain SKKH, hewan juga harus diberi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK)," bebernya.

Pemberian vaksin dilaksanakan di tempat asal dengan dosis sebanyak 2 ml untuk setiap ekor. Upaya lain untuk menjaga kondisi hewan kurban adalah pemeriksaan kesehatan secara langsung di tempat penjualan, musala, masjid, maupun tempat-tempat penampung hewan.

"Pemberian vaksin PMK ini sangat penting karena penyakit ini dapat menular dengan cepat dan membahayakan bagi hewan kurban," ujarnya.

Dengan memberikan vaksin PMK, maka hewan kurban akan terhindar dari penyakit dan memastikan kesehatan hewan selama perjalanan menuju Bulungan. "Pemotongan hewan kurban juga harus dilakukan dengan prosedur yang benar," pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #bulungan #kurban