Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kebakaran Desa Long Beluah Diduga Akibat Korsleting Listrik

Radar Tarakan • Rabu, 15 Mei 2024 | 11:54 WIB
MEMBARA: Kebakaran melanda pemukiman warga di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan.
MEMBARA: Kebakaran melanda pemukiman warga di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan.

TANJUNG SELOR - Sebanyak 22 bangunan rumah di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan terbakar, Senin (13/5). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

Bupati Bulungan, Syarwani mengaku telah memerintahkan camat dan kepala desa (kades) untuk melakukan pendataan terhadap korban kebakaran.

"Dokumen kependudukan, ijazah, maupun surat tanah yang terbakar akan menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (14/5).

Pemda Bulungan, sambung Syarwani berkomitmen untuk memulihkan seluruh dokumen yang terbakar. "Pemda Bulungan berkomitmen untuk memulihkan seluruh dokumen yang terbakar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Bulungan, Rafidin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi  sekitar pukul 13.00 Wita, Ela sedang tidur siang. Kemudian pada pukul 14.40 Wita, ia terbangun dan melihat api sudah menyala dari atas plafon dapur rumahnya.

"Kondisi api semakin membesar, sehingga Ela menyelamatkan diri dari rumahnya," ungkapnya.

Pada saat kejadian, warga berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Namun, angin yang sangat kencang membuat api cepat membesar sehingga mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berteriak minta tolong agar warga bisa membantu memadamkan api.

"Waktu menuju kebun, Yohanes melihat Ela tengah duduk termenung di kaki lima rumahnya. Yohanes melihat api sudah menyala dari dapur rumah dan berteriak meminta tolong kepada masyarakat sekitar agar segera membantu memadamkan api," bebernya.

Kemudian, pukul 14.47 WITA kapolsek dan personil Polsek Tanjung Palas Barat mendapatkan telepon dari warga telah terjadi kebakaran, kemudian Kapolsek merapat ke TKP dengan kondisi sudah tiga bangunan rumah yang sedang terbakar. Selanjutnya, bersama warga berusaha memadamkan api, namun saat itu di TKP tidak ada mesin alkon sama sekali.

"30 menit kemudian baru ada 3 buah alkon penyedot air masyarakat yang datang namun sumber air terbatas dan angin sangat kencang sehingga api merembet ke beberapa rumah lainnya dan membakar rumah lainnya yg posisinya sangat berdempet satu sama lain," bebernya.

Di sisi lain, kondisi rumah yang terbakar semuanya terbuat dari kayu karena merupakan rumah bekas peninggalan perusahaan kayu KRTP yang dibangun dari tahun 1975. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita dengan menggunakan 4 unit alkon dan bantuan masyarakat menggunakan air parit dan beberapa sumur yang ada disekitar lokasi kebakaran.

"Dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran disebabkan korsleting listrik dari bagian dapur rumah Ela," ujarnya.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa dari korban kebakaran pada saat terjadi kebakaran. "Total ada 22 bangunan rumah habis terbakar, dengan Jumlah 95 Jiwa  25 KK (kepala keluarga)," pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #kebakaran #bulungan #Desa Long Beluah