TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menyampaikan hasil penilaian terhadap perkembangan indeks harga konsumen (IHK) Kaltara. Kali ini yang disampaikan untuk kondisi Maret 2024.
Berdasarkan data yang BPS Kaltara, tercatat inflasi Kaltara secara year on year (y-on-y) merangkak naik selama tiga bulan belakangan ini, yang mana pada Januari terjadi inflasi 1,99 persen, lalu Februari 2,33 persen, kemudian pada Maret 2,62 persen.
Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan benar bahwa secara y-on-y itu mengalami kenaikan mulai Januari hingga Maret 2024. Hanya saja jika dilihat dari basis poinnya, tetap untuk tahun 2024 ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau saya lihat tahun 2023 itu lebih baik dibandingkan tahun 2022 secara y-on-y. Kalau kita lihat di tahun 2023 itu angkanya di sekitar 3 persen, sedangkan di tahun 2024 ini hanya di angka 2 persenan,” jelasnya.
Terhadap kondisi ini, Mas’ud mengaku bahwa pihaknya berharap angka tertinggi di tahun ini bisa di bawah 3 persen. Tapi di sini hanya harapan dari BPS, karena dalam hal ini BPS tidak boleh memprediksi untuk hal itu.
“Tapi menurut saya kuncinya di sini harga beras. Kalau yang lain solusinya mungkin relatif lebih mudah,” katanya.
Oleh karena itu, ketersediaan dan stabilitas harga beras ini menjadi PR utama bagi pemerintah daerah dalam hal menjaga stabilitas inflasi, utamanya di tiga daerah lokasi penilaian inflasi di Kaltara, yakni Tarakan, Nunukan dan Tanjung Selor.
Mas’ud menyebutkan, berdasarkan hasil ‘peneropongan’ yang dilakukan di lapangan, inflasi y-on-y di Kaltara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,28 persen.
Selain itu, BPS Kaltara juga mendata 10 komoditas yang paling dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi y-on-y pada Maret 2024, yakni beras, daging ayam ras, tomat, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, emas perhiasan, ikan layang, sigaret putih mesin (SPM), bawang putih dan nasi dengan lauk. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim