TANNJUNG SELOR - Bulan Ramadan bulan berkah. Berkahnya tidak hanya kepada umat Islam yang menjalankan ibadah tapi juga berkah bagi para pedagang. Salah satunya penjual perlengkapan salat seperti yang dilakukan Abdul Halim, pedagang perlengkapan dan pakaian muslim di halaman Masjid Agung Istiqomah, Tanjung Selor.
Kepada Radar Tarakan, Halim mengaku selama Ramadan pendapatannya dengan menjual baju koko, sarung dan perlengkapan salat lainnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak puasa pertama pada 12 Maret lalu.
“Alhamdulillah, kalau sekarang (Ramadan) sehari bisa dapat Rp 1 juta, itu masih kotor. Kalau di hari biasa, hari Jumat hanya Rp 300 sampai Rp 400 ribu saja per hari,” ungkap Halim, yang hanya berjualan di Masjid Agung Istiqomah setiap hari Jumat.
Tahun ini, kata Halim, pendapatannya lebih bagus dibandingkan Ramadan sebelumnya, terlebih saat Covid-19 lalu.
“Alhamdulillah tahun ini sudah lebih baik, karena setelah Covid-19 kemarin, penjualan belum begitu bagus juga. Baru tahun ini kayaknya lebih baik. Mudah-mudahan lah sampai akhir Ramadan nanti masih tetap begini,” ujar Halim kala ditemui di tempat jualannya.
Untuk saat ini, sambung Halim, masyarakat yang beribadah di Masjid Agung Istiqomah masih lebih banyak membeli perlengkapan salat seperti sarung, sajadah, parfum.
“Kurma juga banyak yang cari, karena kan bulan puasa memang identik dengan kurma untuk berbuka puasa,” kata Halim.
Beda dengan akhir-akhir Ramadan, baju koko, songkok atau kopiah, dan parfum paling banyak dicari. Bahkan, di momen tersebut pendapatan Halim meningkat signifikan hingga Rp 5 juta per hari. “Mudah mudah saja penjualan hingga akhir Ramadan tetap stabil dan merangkak naik,” harap Halim.
Halim sendiri berencana jualan hanya sampai pada H-5 Idul Fitri, selain karena pembeli mulai berkurang ia juga lebih fokus persiapan menyambut Idul Fitri.
“Rata-rata pelanggan saya jemahaan masjid Istiqomah. Karena mereka tidak perlu jauh-jauh cari perlengkapan alat salat, termasuk parpum,” kata Halim. Harga parfum yang ditawarkan juga tak mahal, hanya Rp 30 ribu sampai Rp 70 ribu per botol ukuran kecil. (jai/har)
Editor : Azwar Halim