TANJUNG SELOR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara menggelar tes urine terhadap murid di enam sekolah tingkat SMK dan SMA di Tanjung Selor. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi BNNP Kaltara, Tulus mengatakan, tes urine ini digelar mulai 20-22 Februari. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Sekaligus untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
"Deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dilakukan di enam sekolah di Tanjung Selor," kata Tulus kepada Radar Kaltara, Rabu (21/2).
Baca Juga: Sedimentasi Sungai Kayan Dikaji
Sebelumnya, tes urine telah digelar di SMAN 1 Tanjung Palas dan SMKN 1 Tanjung Palas. Kemudian, dilanjutkan di SMAN Tanjung Selor dan SMA Agape Tanjung Selor pada, Rabu (21/2). Selnjutnya, pelaksanaan tes urine menyasar SMKN 1 Tanjung Selor dan SMKN 2 Tanjung Selor.
"Tetapi, sampai hari ini (kemarin, Red) tidak ada yang terdeteksi positif dalam tes tersebut. Kalaupun ada yang positif akan kita rehab," ungkapnya.
Untuk di SMA Agape, semua siswa menjalani test urine, kecuali mereka yang tidak hadir. Sebab jumlah muridnya tidak terlalu banyak.
"Kalau di sekolah lain muridnya banyak, alat kita terbatas," bebernya.
Baca Juga: Belum Rampung, Proyek Rumah Sakit Pratama Diaudit
Dikatakan, deteksi dini ini merupakan inisiatif dari BNNP Kaltara dan Dinkes Kaltara. Hal ini merupakan pelaksanaan dari rencana aksi daerah (RAN) Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). "Ada sekitar 400 murid yang dites, dengan minimal 100 orang di setiap sekolah," jelasnya.
Rencananya, di enam sekolah akan dideteksi sekitar 600 siswa, dengan dua sekolah yang masih harus dilakukan tes. Semua alat dan bahan habis pakai berasal dari Dinkes Kaltara.
"Penyalahgunaan narkoba harus ditanamkan sesegera mungkin pada generasi muda," bebernya.
Baca Juga: Rekapitulasi Dilakukan Berjenjang, Sirekap Hanya Sebagai Alat Bantu
Kegiatan tes urine di sekolah ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi dini dan memberikan penanganan sesegera mungkin dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Hal ini tidak saja menjadi tanggung jawab pihak sekolah, namun juga menjadi tanggung jawab bagi setiap orang untuk memberikan edukasi terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya pada masa depan.
"Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar menjadi sebuah masalah yang seringkali mengkhawatirkan para orang tua dan masyarakat umumnya. Jadi, kita harus terus berupaya melalukan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim