Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok kebutuhan masyarakat. Apalagi berdasarkan pantauan di lapangan saat ini sudah ada beberapa jenis komoditi yang mengalami kenaikan harga, di antaranya seperti bawang merah.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hasriyani mengatakan, rencana aksi dalam bentuk pasar murah bagi masyarakat ini direncanakan oleh pihaknya untuk dilakukan dua kali dalam sebulan.
"Hari ini (kemarin) kita melaksanakan pasar murah ini di Tanjung Selor. Kita ambil tempat di Lapangan Agatish," ujar Hasriyani kepada Radar Kaltara saat ditemui di sela-sela gelaran pasar murah tersebut.
Rencananya, tahap berikutnya itu pasar murah akan dilakukan di Desa Antutan, Tanjung Palas, Bulungan. Jadi, pada pelaksanaannya, kegiatan ini akan dilakukan dengan berpindah-pindah tempat.
Hasriyani mengatakan, kegiatan ini dilakukan sekaligus memperkenalkan mobil inflasi milik Pemprov Kaltara. Untuk tahap pertama ini, pihaknya menyiapkan untuk 200 antrean.
"Tapi kalau stok masih ada, kita akan tetap layani masyarakat yang antre. Kita yakin bahwa ini tidak akan cukup, makanya ini kita batasi dulu, karena tentu kita juga akan melihat ketersediaan di distributor," sebutnya.
Adapun untuk bisa mendapatkan ini, masyarakat yang bersangkutan harus membawa KTP-el. Kali ini, sembako yang disediakan terdiri dari enam jenis, mulai dari minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur, gula dan beras.
Selain itu, Hasriyani juga menyebutkan mengingat sebentar lagi sudah akan menyambut bulan suci Ramadan, maka antisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok tentu menjadi atensi pemerintah.
"Biasanya itu dilakukan jelang HBKN (hari besar keagamaan nasional). Tapi ini kita coba karena kita lihat dari hasil pantauan kita saat ini ada beberapa komoditi yang harganya mulai naik. Seperti bawang, misalnya. Itu mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan," katanya.
Setidaknya, lanjut Hasriyani, dengan hadirnya pemerintah di sini bisa membantu meringankan beban masyarakat dengan menghadirkan barang bersubsidi. Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltara memberikan subsidi 25-30 persen.
"Ini langsung dari harga distributor, bukan harga di pasaran. Kita berusaha untuk membantu masyarakat, mudah-mudahan apa yang kita laksanakan ini dapat dirasakan langsung masyarakat," tuturnya.
"Seperti yang selalu disampaikan Pak Gubernur, kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah harus memberikan asas manfaat bagi masyarakat. Untuk HBKN, nanti kita akan laksanakan se Kaltara. Ini pasti kita lakukan di lima kabupaten/kota," pungkasnya. (iwk/har) Editor : Azwar Halim