Adapun kondisi ini merupakan hasil dari 'peneropongan' yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara. Salah satu sektor penyumbang kenaikan ekspor asli Kaltara ini adalah hasil industri yang tercatat meningkat menjadi USD 31,74 juta atau naik sebesar 59,53 persen.
Namun, untuk sektor hasil tambang pada Oktober 2023 ini mengalami penurunan sebesar 8,98 persen atau menjadi USD 98,03 juta dan sektor hasil pertanian mengalami penurunan menjadi USD 2,01 juta atau turun sebesar 38,36 persen.
"Dari total ekspor asli Kaltara pada Oktober 2023 ini, sebagian dilakukan melalui pelabuhan di luar Kaltara, yakni mencapai USD 5,30 juta," ujar Mas'ud Rifai, Kepala BPS Kaltara kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Minggu (3/12).
Dari total ekspor di luar pelabuhan di Kaltara ini terdiri dari pelabuhan di DKI Jakarta sebesar USD 0,0019 juta, Jawa Timur (Jatim) sebesar USD 3,98 juta dan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar USD 1,31 juta.
Sementara itu, untuk ekspor komodit melalui pelabuhan di Kaltara pada Oktober 2023 mengalami peningkatan sebesar 181,46 persen jika dibanding September 2023, yaitu dari USD 136,21 juta menjadi USD 383,38 juta.
Adapun komoditi ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Oktober 2023 hampir seluruhnya merupakan komoditi barang non migas. Nilai ekspor non migas periode Januari-Oktober 2023 mencapai USD 2.389,76 juta atau naik 11,88 persen jika dibanding periode Januari-Oktober 2022.
"Peningkatan ekspor Oktober 2023 dibandingkan dengan September 2023 disebabkan oleh meningkatnya ekspor kelompok barang non migas hasil tambang sebesar 203,95 persen, hasil pertanian 70,96 persen, serta hasil industri sebesar 71,55 persen," katanya.
Sedangkan negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Oktober 2023 adalah India, Cina, Bangladesh, Malaysia, Philippines dengan nilai masing-masing mencapai USD 105,00 juta, USD 102,09 juta, USD 31,09 juta, USD 29,97 juta dan USD 28,60 juta.
"Peranan kelima negara tersebut dalam ekspor Kaltara mencapai 77,40 persen terhadap total ekspor pada Oktober tahun 2023," sebutnya.
Jika dibandingkan dengan September 2023, sebagian besar terjadi peningkatan ekspor ke berbagai negara seperti India, Cina, Bangladesh, Malaysia, Philippines, Japan, Taiwan dan Korea Selatan. Tidak terdapat negara pengimpor komoditas Kaltara yang mengalami penurunan jumlah ekspor.
Selain itu, impor Kaltara pada Oktober 2023 mengalami peningkatan bila dibanding kondisi September 2023, yaitu sebesar 116,89 persen atau menjadi USD 98,64 juta. Nilai impor komoditi barang migas melakukan impor sebesar USD 0,0014 juta.
Sedangkan untuk komoditi barang non migas tercatat melakukan impor hingga mencapai USD 98,64 juta. Peningkatan nilai impor pada Oktober 2023 disebabkan oleh peningkatan nilai impor komoditi barang hasil industri menjadi USD 98,04 juta atau naik 117,31 persen. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim