Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai menjelaskan, pada Juli 2023 lalu ekspor komoditi Kaltara sebesar USD 295,62 juta, sedangkan pada Agustus 2023 menjadi sebesar USD 255,99 juta. Artinya, terjadi penurunan ekspor komoditi Kaltara sebesar USD 39,63 juta.
“Komoditi ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Agustus 2023 hampir seluruhnya merupakan komoditi barang non migas,” ujar Mas’ud kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Kamis (5/10).
Adapun, lanjut Mas’ud, penurunan ekspor Agustus 2023 dibandingkan dengan Juli 2023 disebabkan oleh turunnya ekspor kelompok barang non migas hasil tambang sebesar 19,15 persen, serta hasil pertanian sebesar 71,03 persen.
Berbeda dengan ekspor asli Kaltara. Tercatat pada Agustus 2023 sebesar USD 141,30 juta atau mengalami peningkatan 27,17 persen dibandingkan dengan kondisi Juli 2023 atau bulan sebelumnya yang hanya USD 110,90 juta.
Pada Agustus 2023, sektor hasil tambang mengalami peningkatan ekspor 23,98 persen atau menjadi USD 103,42 juta, hasil industri mengalami peningkatan 44,08 persen atau menjadi USD 33,08 juta, serta sektor hasil pertanian meningkat menjadi USD 4,54 juta atau naik 0,13 persen.
“Dari total ekspor asli Kaltara pada Agustus 2023, sebagian dilakukan melalui pelabuhan di luar Kaltara yang mencapai USD 8,96 juta,” tuturnya.
Ekspor melalui pelabuhan di luar Kaltara ini meliputi pelabuhan di DKI Jakarta sebesar USD 0,0002 juta, Jawa Timur (Jatim) sebesar USD 5,57 juta, Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar USD 3,17 juta dan Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar USD 0,20 juta.
Menurut negara tujuan utama, ekspor melalui pelabuhan di Kaltara pada Agustus 2023 adalah Cina, India, Philippines, Malaysia dan Japan dengan nilai masing-masing mencapai USD 74,70 juta, USD 48,24 juta, USD 37,89 juta, USD 29,03 juta dan USD 19,97 juta.
“Peran kelima negara ini dalam ekspor Kaltara mencapai 81,97 persen terhadap total ekspor pada Agustus 2023. Jika dibandingkan dengan Juli 2023, sebagian besar terjadi peningkatan ekspor ke berbagai negara seperti India, Philippines, Japan, Bangladesh dan Vietnam,” bebernya.
Sedangkan untuk impor, Kaltara pada Agustus 2023 mengalami peningkatan bila dibanding Juli 2023, yaitu sebesar 128,55 persen atau menjadi USD 107,56 juta. Nilai impor komoditi barang migas melakukan impor USD 0,63 juta pada Agustus 2023. Sementara komoditi barang non migas tercatat melakukan impor hingga USD 106,93 juta.
“Dalam hal ini, peningkatan nilai impor pada Agustus 2023 disebabkan nilai impor komoditi barang hasil industri naik menjadi USD 106,47 juta, serta impor hasil tambang naik menjadi USD 0,45 juta,” katanya. (iwk/har) Editor : Azwar Halim