Plt. Kepala Bappeda dan Litbang Kaltara, Bertius mengatakan, fokus pembangunan itu ditetapkan sesuai dengan tema pembangunan Kaltara, yaitu ‘Meningkatkan Keanekaragaman Industri dan Perdagangan Produk Unggulan Daerah’.
“Kalau kita melihat tema ini, maka di tahun 2024 nanti kita berfokus pada bagaimana memperkuat hilirisasi,” ujar Bertius kepada Radar Kaltara saat dikonfirmasi, Minggu (3/9).
Ia membeberkan 12 fokus pembangunan Kaltara di tahun 2024 itu mulai dari upaya perbaikan kualitas industri unggulan daerah, kemudian bagaimana caranya agar industri unggulan daerah tersebut bisa berdaya saing, baik itu di tingkat daerah, nasional maupun internasional.
Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai upaya untuk memastikan produksi perikanan tangkap Kaltara dapat dioptimalkan. Termasuk dari sisi kelembagaan pariwisata daerah juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. “Kita punya potensi industri pariwisata, tapi ini belum bergerak sama sekali,” tuturnya.
Kemudian, lanjut Bertius, produktivitas dari aspek peternakan juga menjadi atensi. Pada sektor ini Kaltara juga memiliki peluang, hanya saja lahan luas yang dimiliki saat ini belum bisa dioptimalkan untuk membangun peternakan.
“Ini terlihat setiap hari raya kurban (Iduladha, Red) kita selalu mendatangkan hewan kurban dari luar daerah,” katanya.
Berikutnya mengembangkan kawasan pedesaan. Ini dinilai penting karena berkaitan dengan produk unggulan daerah. Tentunya, hal ini juga harus didukung dengan peningkatan kualitas kerja sama daerah. “Tentunya (peningkatan kualitas kerja sama) ini untuk mendapatkan modal,” sebutnya.
Penguatan dalam hal sarana dan prasarana distribusi masih dalam 12 fokus pembangunan daerah itu. Tentunya hal ini ada kaitannya dengan infrastruktur jalan serta pelabuhan.
“Kita harapkan hal ini tidak dilakukan dengan konvensional, tapi bagaimana dia kita lakukan dalam proses transformasi ekonomi. Di sini kita akan mendorong inovasi daerah untuk bisa dikembangkan para pihak,” jelasnya.
Untuk menjaga agar semua ini bisa jalan, tentu ketertiban dan keamanan atau stabilitas daerah menjadi hal yang utama harus diperhatikan.
“Termasuk akselerasi pengembangan penyebaran wilayah industri serta perlindungan sosial masyarakat juga jadi perhatian kita. Karena pasca Covid-19 ini, masih ada beberapa daerah rawan yang perlu intervensi dari pemerintah,” pungkasnya. (iwk/har) Editor : Azwar Halim